POLA DALAM DIRI

Kita bicara pola dalam diri. Kita perhatikan diri sendiri atau orang sekitaran. Mengenal pola itu penting, karena pola itu sesuatu kejadian yang berulang-ulang. Sama!!

Misalnya pembantu di rumah setiap pulang lebaran tidak balik lagi ke rumah kita. Atau kalau punya pegawai yang pinter pasti di ambil orang di tahun kedua. Atau ada banyak berbagai pola itu terjadi misalnya pola musibah, pola kantong kosong, pola hidup berantakan.

Dan dalam kemakmuran, anda juga punya pola.

Kenalkah anda akan pola uang “datang” ke anda? Kenalkah anda akan pola uang “keluar” dari anda?

Sebelum kita lanjutkan tentang kemakmuran, kita rincikan sedikit tentang pola dalam kehidupan.

Apakah Anda kenal seseorang yang mempunyai kebiasan terlambat? Saya pernah joging dengan seorang teman yang selalu datang terlambat. Kami biasanya jogging di senayan hari jumat malam setelah pulang kerja. Biasanya saya mengingatkan, cuy, besok kita jogging bada magrib biasa ya ..

yang selalu di tanggapi, siyaaap, saya akan datang pas, magriban dan langsung cuuus

saya pastikan lagi, ok, confirm ya, Jam 6.30. dia jawab, Saya pasti datang!

Keesokan harinya, ternyata baru jam 6.45, dia datang. Pastinya telah siap dengan berbagai alasan : Anakku mainin baju joging dan menaruhnya di bawah tempat tidurnya, jadi aja cari-cari dulu, telat deh.

Minggu berikutnya, hal yang sama terjadi. Jam 6.50, Dia baru datang. Alasannya: Sepatu tenisku yang sebelah tidak ketemu!

Minggu berikutnya lagi, ia datang tepat jam 7. Ikan masku sakit sehingga anakku menangis terus- terusan! Begitu seterusnya, mulai dari alasan aki mobil mati, mobil tidak bisa distarter, kunci mobil hilang, sampai celana dalam yang masih terendam dalam mesin cuci.

Akhirnya, saya berkata, brur, ayo kita buat perjanjian. Mulai sekarang, untuk setiap satu menit keterlambatanmu, kau harus membayar 20.000 perak ke kotak amal masjid al bana. Minggu berikutnya, ia beralasan pundaknya sakit dan sejak itu kami tidak pernah jogging bersama lagi!

Apa yang terjadi? dia mengira dunia di luar dirinyalah yang membuatnya demikian! la tidak dengan sadar mencoba datang terlambat, tetapi dalam bawah sadarnya ia menyimpan program yang mengatakan “kau selalu terlambat” dan program itulah yang mengatur hidupnya.

Bahkan jika dia secara kebetulan berangkat lebih awal dan ingat bahwa ia mempunyai target untuk datang tepat waktu,…

Ternyata program bawah sadarnya akan membantunya mencari pohon yang bisa ditabrak, atau jalan tak dikenal yang bisa menyesatkannya. Setelah itu ia akan menarik napas dalam- dalam dan berkata : Beginilah adanya-aku selalu terlambat!

Ok, baik lah, mulai faham dengan pola-pola yang ada dalam diri seseorang, atau bahkan kenal dengan pola diri kita sendiri. Semua itu “kita yang menciptakan”.
#peace

MENEGAKKAN EKONOMI SYARI’AH

Ada yang bertanya, Mengapa memilih netral dalam pilpress kali ini alias tidak mendukung salah satu calon. Saya jawab bahwa saya netral tidak mendukung tetapi saya tetap memilih. Pilihan saya hak pribadi saya di dalam bilik suara nanti. Saya pasti memilih.

Memilih itu wajib tapi posisi netral tidak mendukung adalah sikap saya di publik, mengapa?

Saya mengatakan bahwa saya tidak setuju dengan platform ekonomi Indonesia saat ini yang menggunakan “state driven economy” alias ekonomi pendorong utamanya adalah BUMN.

Ketika mengetahui di sisi lawannya incumbent ternyata tetap bergaya sama yaitu menggunakan BUMN walau porsinya mungkin berbeda namun itu tidak cukup bagi saya untuk mendukung.

Saya ini “Local market driven economy”. Orientasi saya adalah bisnis berbasis pasar dan di utamakan adalah pasar local. Saya ini anti PEMERINTAH REGULATOR menjadi OPERATOR. Conflict interest. Sudah 7 presiden hal itu di lakukan dan pertanyaan sederhana , apakah kemiskinan hilang dari muka bumi Indonesia?

Apakah jarak kaya miskin mengecil dalam 7 presiden? Jawabnya tidak. Ekonomi benefitnya tidak merata. Bagi saya solusinya adalah dengan mengubah “state driven economy” ke “market driven economy”.

Boleh saja ada yang tidak setuju dengan pendapat saya, karena mungkin kuat mendukung para calon presidennya masing masing tetapi saya tidak melihat perbedaan dalam membangun ekonomi di kedua paslon ini. jadi siapapun yang jadi, ekonominya akan sama “cara menjalankannya”.

Secara pribadi saya ingin segera mererapkannya karena kalau di terapkan di tahun 2024 telat. Harus secepatnya kalau bisa sekarang.

Apa saja yang akan di terapkan ?

Pertama banking system. BI berada dibawah Presiden langsung bukan merupakan lembaga independen lagi. Sehingga bunga bank dapat dihapuskan menjadi 0%. Bank dapat mendanai masyarakat dengan jaminan PROJECT,, bukan lagi jaminan ASET .. Sehingga Lapangan Kerja terbuka dan Perekonomian berjalan.

Kedua, Telco atau perusahaan telekomunikasi akan merger dengan bank.

Telkom, TVRI, dan 4 bank utama BUMN, Mandiri, BNI, BRI, BTN semua gabung di bawah PT Telkom. Sahabat pasti akan shock dengan landasan ekonomi seperti ini.

Setelah di gabungkan maka PT Telkom akan melepas hingga total 51% kepemilikan saham ke publik di bursa. Market kapitalisasinya nilainya bisa mencapai 7.000 triliun rupiah.

Saya tidak uraikan dulu bisnis modelnya karena itu kunci utama bisnis ini berjalan. Kita bicara di “market cap” nya terlebih dahulu setelah “mega-merger” ini dan beri waktu 1 tahun setelah merger mega company ini baru “listing” melepas hingga 51% saham tadi.

Ketika melepas hingga 51% Indonesia akan mendapat 4000 triliun “free cash flow” dan ini untuk bisa untuk membayar hutang luar negeri Indonesia. Juga melepas “sovereign guarantee”.

Apa itu sovereign guarantee, jaminan Negara pada korporasi ini? Mengapa saya gelisah sekali dengan cara berhutang oleh ibu BUMN yang menggunakan sovereign guarantee ini?

Aaagghh saya mau melanjutkan tetapi pasti banyak yang menghujat saya karena di anggap hoax. Kira2 para Capres ngarti kagak ya beginian? Sepertinya yg satu sibuk blusukan, satunya lagi suka gebrak meja. Parahnya lagi para pendukungnya lebih suka saling menghujat.

Apakah strateginya hanya menghujat??

#peace

RESOLUSI TAHUN 2019

Moment tahun baru, saya jadi ingat ketika tahun baru 2017. Waktu itu, saya pernah membuat resolusi. Ini merupakan resolusi pribadi di tahun baru kala itu. Yaitu meningkatkan Saldo Rekening Bank Emosi. Benar Bank Emosi. Anda semua tahu, bank setiap manusia memiliki rekening saldo emosi. Maka bagi saya hal ini sangat penting untuk meningkatkan maqom atau derajat kemanusiaan saya kepada orang lain.

Saya ini lemah sekali dalam hal rekening bank emosi.

Sederhananya begini, semisal setiap hari anda mengatakan kepada anak anda atau bawahan anda. “Selamat pagi, apa kabar, kamu bagus sekali deh pakai baju putih, nah gitu dong rapih penampilannya nak,”. Kata-kata pujian yang tulus kepada siapa saja terlepas dari ada nya nilai atau hubungan tertentu perkataan tersebut merupakan setoran positif ke bank emosi saldo anda di rekening emosi orang lain.

Inilah resep sederhana jika anda atau saya ingin membesarkan lingkar pengaruh. Lingkar pengaruh adalah hal yang sangat penting karena dasar dari meningkatkan likeabilitas atau kesukaan orang lain terhadap anda.

Jika likeabilitas tinggi dan konstan maka akan meningkat menjadi trust atau kepercayaan. Seseorang yang mendapatkan kepercayaan yang tinggi akan mempermudah banyak hal dalam jalan hidupnya. Jika kepercayaan di dapat maka masalah banyak terselesaikan, peluang menjadi terbukti, jalan menuju sukses semakin gampang.

Kepercayaan yang tinggi dari calon mertua misalnya, memudahkan seseorang menuju ke tampuk yang lebih tinggi yaitu pelaminan. Namun kalau kenal saja belum, suka juga belum boro-boro dapet kepercayaan. Atasan anda menyukai anda, atasan anda percaya anda. Selesai sudah urusan terbesar dalam karir anda. Kedepan semua mudah. Atau jika bank kenal anda, suka anda, percaya anda, maka bisnis anda menjadi lancar.

Dasar dari hal ini semua adalah rekening emosi tadi.

Inilah yang menjadi pikiran saya saat ini. Rekening bank emosi saldonya saya akan buat positif ke semua orang. Ke ibu saya, ke mertua saya, ke rekan kerja, ke pasangan hidup saya, ke anak-anak saya, dan kesiapapun. Saya ini buruk sekali perilakunya untuk hal ini. Saya di kenal sebagai an asshole di dalam organisasi di perusahaan walaupun hingga saat ini belum ada yang marah, ngajak berantem atau berhenti bekerja.

Dalam 2 tahun kemarin, dalam resolusi 2017 dan 2018 saya sudah mencanangkan menanam rekening plus disetiap suboradinate saya. Saya mulai ramah, menyapa tersenyum sebanyak mungkin. Saya mulai perduli pada penampilan mereka, mulai perduli pada kehidupan mereka, mulai mendengarkan banyak cerita-cerita mereka. Saya belajar menjadi pendengar yang baik. Keputusan manajemen sudah mulai berdasar informasi dan masukan mereka. Dan tetap saja terkadang saya melakukan penarikan besar dengan menekan mereka apa lagi pada kesalahan, saya masih sulit mentolerir. Di kepala saya seakan” no room for error” Tidak ada tempat buat salah bagi orang lain.

Sementara saya adalah orang yang penuh kesalahan.

Ada pameo yang menyatakan : “A donkey never stumble at the same stone twice”… Keledai dikatakan dungu namun keledai tidak pernah kesandung batu yang sama. Namun keledai jalannya ya terus kesandung-sandung. Nah kalau saya sering lebih dungu dari keledai… Sudah kesandung sering dan pernah kesandung batu yang sama pula.

Saya juga punya kebiasaan buruk, kalau berteman pilih-pilih. Bahkan mencari teman, hanya friend with benefit. Itu buruk sekali dan saya tahu hal itu buruk, namun saya sampai saat ini belum bisa membuangnya dan menjadi resolusi 2019. Untuk tidak pilih2. Bukan pilih2 kenalan, saya kenalan dengan siapapun, namun kalau orangnya ngak punya visi, atau ngak ada ambisi atau bukan pekerja keras dan sejenisnya maka perkenalan saya tidak didalemin atau kalau kenalan sudah lama namun masuk kategori tersebut maka saya akan malas menerima telfonnya atau membalas smsnya, walau hanya sebatas basa-basi. Tidak antusias. Tetapi kalau orang tersebut pintar, rajin, menyenangkan, pintar bawa diri, atau memiliki pengaruh atau memiliki jaringan yang luas dan kuat saya langsung merespond dengan positif. Asli, perilaku ini buruk namun bagaimana ya itu saya, saya yang lama, dan saya mau berubah..’

Misalnya, ada seseroang yang dari keluarga baik, pinter, namun dia adalah orang yang menurut saya tidak ada api dalam dirinya, tidak ada passion di bidang apapun. Atau orang tersebut doyannya ngomongin politik aja, atau ngomongin agama aja namun perilakunya rasanya ngak pas.saya langsung tidak ada minat meneruskan persahabatan ke level lebih dalam lagi. Bisa-bisanya saya tinggal orang seperti itu, dan saya tahu perilaku itu adalah minus saldonya. Buruk sekali.

Bagi saya tahun ini adalah tahun rekening positif bank emosi. Apapun bentuknya. Waktu saya dengan yayasan non profit akan saya naikkan porsinya. Dengan keluarga dengan siapapun pokoknya. Saya berkeinginan meluaskan lingkar pengaruh saya. Saya ingin kedepan hidup lebih simple dengan mudahnya berjalan meniti kehidupan.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu. Saat itu hari jumat. Saya dan sahabat saya sedang hendak melaksanakan sholat jumat. Kami ingin dilaksakan di masjid sunda kelapa menteng. Jam 11 kami berangkat dari kantor di bilangan senayan. Namun demo dihari itu sudah keterlaluan. Demo di Senayan dan HI berefek memacetkan jalanan satu Jakarta sehingga telatlah kami tiba di masjid sunda kelapa. Kami sampai sholat jumat sudah selesai.

Kami tetap ambil air wudlu untuk sholat dzuhur. Selagi berwudlu terdengar takbir melantun. Ada sholat jenazah rupanya. Kita semua tahu sholat jenazah berdiri sehingga bisa banyak dan padat. Saya melihat di masjid tersebut banyak sekali yang menyolatkan, sehingga salam selesai. Saya masih menunggu sahabat saya.. ehh takbir lagi. Ternyata sholat jenazah kedua. Untuk jenazah yang sama. Terlihat banyak orang tergopoh-gopoh masuk. Dan yang didalam buru-buru keluar mempersilahkan yang belum melaksanakan sholat bersegera. Lalu terlihat seluruh masjid sunda kelapa penuh orang baru, datang dari berbagai penjuru. Bahkan hingga keluar-keluar dan saya tahu mereka bukan yang melaksanakan sholat jumat di sini namun ditempat lain.

Saya dan sahabat saya melihat dari kejauhan. Masjid full. Saya bilang..tunggu deh dzuhurnya. Biarin yang sholat jenazah selesai dulu. Kami berdiri dibelakang dekat tempat wudlu. Kami melihat lagi hal yang luar biasa. Para pe sholat yang baru selesai buru-buru keluar. Karena berdatangan lagi banyak orang dari berbagai penjuru dan kurang dari 10 menit takbir kembali melantun. Shalat jenazah ke tiga untuk jenazah yang sama. Luar biasa banyak nya yang hadir hingga di shoalat ke tiga ini sampai full lagi itu mesjid. Ini mesjid sunda kelapa lho. Sizenya besar sekali dan sholat jenazah berdiri jadi yang namanya banyak ya benar banyak.

Kami berdua bengong begitu takbir keempat dilantunkan, bahkan sampai 5 kali !!!. Seseorang di sholatkan sampai 5 gelombang?!.. yang jadi pertanyaan kami berdua adalah, siapa ini orang ya ?? Saya tanya pada yang melakukan sholat tersebut beberapa orang tentang siapa orang ini. Mereka menjawab, oh dia ibu anu.. saya lupa namanya dan sejatinya dia bukan orang terkenal atau setidaknya orang yang saya kenal.

O, ibu dulu guru ngaji saya. o ibu dulu pernah nolong nyekolahin anak saya, o ibu dulu pernah bantu ayah saya, o ibu dulu pernah tinggal di pulau rote yang kenalin saya islam, o ibu dulu di soron Papua dengan saya, o ibu dulu pernah di entikong.. dan seterusnya dan seterusnya.

Dalam hati saya bilang.. ini manusia pasti luar biasa, yang menyolati jenazahnya ikhlas, merindukan sosoknya dan banyak kehilangan. Kami berdua tidak mengenalnya namun ribuan orang melepasnya dengan tangisan dalam. Sebuah purna bakti yang luar biasa.

Saya yakin walaupun sang ibu tidak dikenal dibumi ini. Tidak banyak dikenal luas namun ribuan yang menghadiri kubur dan sholat jenazahnya adalah bukti kesempurnaan hidup. Dia tidak masyur fil ard tidak terkenal di bumi namun pastinya masyur fil sama’ terkenal dilangit. Saya yakin karpet merah menyambutnya di langit di hadapan tepuk tangan meriah malaikat menyambutnya.

Setahu kita pastinya ada manusia sisi lain dimana sewaktu meninggal separuh bumi menangis, terkenal masyur fil ard namun di langit dia tidak dikenal. Sehingga para mailaikat bertanya selagi melihat dari langit. Itu siapa ya yang meninggal kok ditangisi separuh bumi namun di langit namanya ngak ada, ngak dikenal.

Kesempurnanan karya manusia sejati adalah dikenal di bumi dan dikenal dilangit. Sewaktu dibumi dilepas jutaan dan dilangit diterima karpet merah tepaukan haru dan kagum para penghuni langit. Ini adalah cita-cita, ini adalah impian yang bagi saya merupakan KEHARUSAN !!.

Melihat fenomena sang ibu di masjid sunda kelapa tersebut membuat saya termotivasi. Saya juga ingin kematian saya kelak bisa seperti ini, di sholati hingga bergelombang berkali-kali. Betapa saya ingin menjadi masyur fil sama’ seseorang yang dikenal dilangit… ternyata diawalinya dengan memberikan rekening positif ke semesta, ke semuanya. Saya mulai dari sekarang selamat datang tahun baru.

Tulisan pertama 2019, maklum Ontohod kalo liburan males ngetik. xixixixi …
#2019berdaulat_atas_dirisendiri

DISCOVERING YOU !

Siapa Diri Kita ??

Terkadang banyak orang di luar sana menghabiskan waktunya sia-sia karena dia tidak mengenal dirinya sendiri. Sehingga, waktu yang dia jalani hanya terbuang begitu saja. Ada sebuah teori “scarcity” atau kelangkaan yang menjadi dasar “fear” atau rasa takut umat manusia.

Berbicara umat manusia maka tidak terlepas dari pencipta yaitu Tuhan yang Maha ESA.  Terdapat sebuah hadist Man Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu yang artinya “Barangsiapa mengenal Dirinya, maka mengenal Tuhannya”. Mengingat adanya hadist tersebut maka menjadi penting rasanya untuk mengenal siapa diri kita sebenarnya.

Namun sebelum kita membahas mengenai cara untuk mengenal diri kita, penting untuk kita pahami dahulu apa yang menjadi penggerak diri kita. Karena kita tidak akan mengenal diri kita jika kita tidak memiliki penggerak keinginan untuk mengenal diri kita.

Kembali kepada teori “scarcity” tadi.

Scarcity yakni keterbatasan sumber atau kelangkaan, merupakan driven atau pengendali manusia sejak jaman batu. Karena kelangkaan akan makanan, manusia nomaden bergerak pindah mencari sumber pangan yang baru dan berlimpah.

Karena scarcity, manusia akhirnya menemukan api sebagai proses memasak karena keterbatasan makanan segar. Secara psikologis, seluruh umat manusia driven-nya atau dorongan hidupnya ada tiga hal, yaitu cinta, amarah, dan rasa takut.

Sehingga setiap orang memiliki penggeraknya masing-masing dari ketiganya. Dengan cinta, amarah, dan ketakutan. Karena amarahnya Soekarno, sang bapak bangsa, dia memerdekan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. Karena cintanya Mahatma Gandhi, dia memerdekakan India dari Inggris. Karena rasa takutnya Bill Gates, akhirnya tercipta produk yang saat ini digunakan di seluruh dunia yaitu platform Windows di komputer.

Dalam statistik survei psikoogi di dunia ini, 10% manusia digerakkan oleh rasa cinta. 30% orang digerakkan oleh amarah, dan 60% digerakkan oleh rasa takut. Jadi karena data inilah manusia sangat mudah terpengaruh apabila diberikan rasa takut. Karena ya itu tadi, 60% manusia digerakkan oleh rasa takut.

Setelah mengetahui penggerak diri kita, yang harus kita lakukan adalah menaklukkannya. Penggerak ini penting bagi diri kita untuk mengalami perubahan dalam kehidupan. Dengan mengetahui penggerak dalam diri kita, akan lebih mudah bagi kita untuk mengendalikannya. Yang penting untuk diingat, Anda-lah yang harus mengendalikannya. Jangan biarkan dorongan itu mengendalikan Anda.

#bersambung

(SERI KEDAULATAN DIRI)

SIAPA BILANG MAU KAYA HARUS BERBISNIS ?

Siapa bilang sukses itu mudah, kerja pintar, tanpa modal, tanpa kerja keras?

Garansi, yang berbicara kaya harus berbisnis, sukses itu mudah, tanpa kerja keras, tanpa modal, kerja pintar adalah seorang pembelajar yg baik, bukan pelaku yang menjalankan roda ekonomi. Yakinlah, yang membicarakan hal itu pasti seorang yang bertujuan baik. Namun bagi saya, niat baik tersebut bisa membuat manusia lain misleading salah arah menjadi hal yang harus di luaskan supaya lebih benar bukan hanya jargon.

Saya tahu sekali niatnya memotivasi semua orang, niatnya supaya membuat orang tidak patah semangat dengan kondisi saat ini. Paham sekali bahwa banyak pemutar roda ekonomi saat ini banyak datang dari kalangan yang memiliki sedikit pendidikan sekolah, memiliki sedikit modal bahkan tanpa modal sehingga membuat posisi sama, tanpa modal, tanpa usaha keras yaitu kerja pintar, adalah pendekatan mirroring saja. Agar satu rasa. Kemudian di samakan lagi kisah orang-orang sukses yang tak bermodal, tak berpendidikan tinggi di dunia. Tujuannya sama, supaya termotivasi supaya semangat. Dan ini tidak salah, ini benar. Saya setuju sekali.

Siapapun yang mengatakan hal tersebut sebaiknya menjelaskan lebih luas lagi. Yang disebut, misalnya, berbisnis property tanpa modal ..?! Sebaiknya menerangkan anda itu broker property atau pebisnis property?

Kalau broker memang modal duitnya sedikit, tanah orang, asset orang kok, kita hanya menjualkan, hanya memasarkan. Dapat fee adalah keuntungan jasa kita. Kalau pebisnis property, belum jualan, belum berbisnis, bayar izin-izin saja sudah keluar duit. Ada HO undang-undang gangguan, ada amdal dampak lingkungan, ada IMB dll. Lalu berbisnis property tanpa modal itu dimananya?

Sebaiknya anda tidak menulis hal yang membuat salah pengertian, atau misleading. Bilang saja bagaimana menjadi sales property yang baik. Bagaimana melipat gandakan sales property anda. Itu lebih jujur, itu menurut saya loh.

Ada juga yang menyatakan kerja pintar dan ini biasanya adalah pemain bisnis jaringan. Dan sekali lagi ini bukan hal yang salah. Benar kerja pintar, karena kerja anda hanya jualan produk tok. Anda tidak perlu memikirkan gudang, tidak memerlukan memikirkan distribusi, tidak perlu memikirkan tentang administrasi, tidak perlu memikirkan izin-izn, tidak perlu susah-susah menciptakan merek dagang dan lain sebagainya. Anda hanya perlu membangun sales team, berjualan dan memotivasi titik. Itu memang kerja pintar, anda hanya mengerjakan 30% dari sisi bisnis, namun jangan para leader tersebut mengatakan ber MLM itu berbisnis. Itu salesmanship strategi, dimana hal tersebut merupakan bagian dari bisnis, hal itu belum berbisnis penuh. Kalau anda pemilik bisnis jaringan tersebut, baru anda menyebut diri sebagai pebisnis.

Ada juga yang mengatakan Bill Gates tidak menyelesaikan sekolahnya. Atau Liem Swie Liong tak sekolah atau banyak pengusaha yang tidak bersekolah formal sehingga tidak penting berpendidikan untuk berbisnis.

Hal ini saya juga tidak menentangnya. Bisnis memang open source, memang pintu terbuka. Mau orang itu tak berpendidikan, tak beragama, tak bermoral, kejam, atau baik hati, atau usaha jenis apapun anda bisa sukses. Bisnis sukses tidak bisa di claim sebagai hanya tempat orang tak berpendidikan, itu tempat semua orang dengan berlatar ras apapun, agama apapun, berilmu apapun.

Bagi saya, maaf ini hanya pendapat pribadi.. benar adanya orang-orang tersebut tidak berpendidikan formal namun kalau anda berada didekat mereka akan terasa bahwa ilmu mereka tinggi sekali. Mereka sangat berilmu. Dalam menuntut ilmu memang tidak diperlukan sekolah formal. Selama anda bisa belajar, bisa berilmu maka sekolah formal hanya pelengkap. Seorang Ciputra sejak lahir sudah melihat timbangan terigu dan telor dimatanya tatkala orangtuanya berdagang. Dari bayi dia sudah mengenal tawar-menawar, berjualan, menentukan harga, melayani pelanggan walau skala warung dan ini sebuah keilmuan yang dipelajari melalui pengalaman jalan hidup. Siapa yang bisa lawan keilmuan dagang itu? Mau makan sekolah sampai S3 di Perguruan ternama juga nggak diajari hal itu. Terus sewaktu dia berbisnis di usia 20 tahunan sebenarnya dia sudah memiliki ilmu dagang sebagai platform pola dalam pikirannya.

Jadi, berbisnis adalah sebuah matrik yang rumit. Matrik yang seharusnya tidak dipikirkan, tetapi dijalankan. Berbisnis anda harus memiliki komitmen. Memiliki ide yang terlatih. Bahkan sahabat saya mengatakan se-kreatif apapun ide anda kalau tidak laku di jual maka anda tidak kreatif.

Kesimpulannya, anda harus di percaya. Kalau kepercayaan orang terhadap anda sangat tinggi. Apapun yang ada berikan, bahkan menurut orang lain ide anda jelek atau produk anda buruk namun orang percaya anda maka anda tetap di beli.

Lalu benarkah tak perlu kerja keras? Saya meneliti dalam akan hal ini dan saya percaya semua orang kaya atau orang sukses adalah pekerja keras. Namun mereka bukan saja pekerja keras namun orang yang tahu memanfaatkan waktu. Mereka bekerja keras iya, namun begitu mereka liburan, mereka benar-benar lepas. Menikmati, enjoy. Mereka pandai membagi waktu antara kerja, dirumah dan sosial. Kata-kata work hard play hard bukan sekedar jargon. Mereka melakukannya secara harfiah. Perilaku kerja yang pintar membagi waktu tadi itulah sesungguhnya yang disebut kerja pintar.

Kalau mereka di infokan hanya main golf, datang siang, sistem bekerja untuk mereka karena sudah ada para direktur yang mengerjakan. Itu adalah produk tahunan kerja keras mereka. Ibaratnya kita menanam mangga, setelah 4 tahun panen dan terus menghasilkan selama 25 tahun. Kalau dilihat di tahun ke 10 ya kita akan melihat seseorang yang santai. Namun kalau anda melihat 4 tahun pertamanya mungkin anda akan menilai lain, sebagai seorang penggila kerja.

Ada satu lagi, apakah untuk kaya atau sukses harus berbisnis. Nah hal ini saya sedikit berlawanan dengan banyak orang. Saya percaya untuk kaya atau sukses anda tidak perlu berbisnis. Dengan kalimat lain, untuk kaya ada ribuan cara dan gaya berbisnis hanya salah satunya saja.

Mau anda berlatar belakang office boy, pedagang kali lima, pensiunan olahragawan, TNI, guru, tukang las, ibu rumah tangga, pak ogah sekalipun, sukses atau kaya adalah masalah perilaku atau attitude. Kaya atau sukses adalah produk sampingan dari sebuah perilaku kaya.

Menabung contoh perilaku orang sukses, berinvestasi adalah perilaku orang sukses, dipercaya banyak orang adalah perilaku orang sukses, dan banyak lagi perilaku pribadi sukses dan ini bukan hak prerogative pebisnis. Anda menjadi good follower adalah perilaku pribadi sukses. Anda seorang good listener pendengar yang baik adalah pribadi sukses. Anda seorang pegawai harus memiliki perilaku ini untuk sukses. Anda seorang putus sekolah juga bisa sukses. Selama memiliki pribadi ini.

Anda tidak perlu membangun perusahaan blue chip repot-repot. Anda bisa mempelajari dengan seksama di board pasar saham. Lalu belilah dalam jangka panjang. Dan anda sudah merupakan shareholder perusahaan tersebut, walaupun minoritas. Namun tetap anda adalah pemilik sebagian saham perusahan tersebut. Misalnya anda tahu di masa sekarang bisnis retail akan naik melihat net income perkapita Indonesia sudah diatas 3500 USD. Jadi beli saham unilever, simpan 5 tahun garansi kenaikannya pasti.

Itu menabung, itu investasi. Bahkan istri para sahabat-sahabat saya dan kelompoknya memiliki kebiasaan aneh setidaknya menurut saya. tiap bulan arisan. Yah, namanya ibu-ibu namun ada yang aneh di kelompok ini. Setiap arisan isinya adalah perdebatan data dan informasi saham apa yang akan mereka beli di bulan ini. Lalu siapa pemengannya yang akan ambil uang itu di tahun depan.

Misalnya masing-masing setor Rp 1.000.000 tiap bulan. Ada 12 peserta. Jadi setiap bulan ada saham di beli senilai Rp 12.000.000 yang akan di cairkan 1 tahun setelah di invest. Misalnya dari hasil kocokan misalnya ibu A yang dapat bulan ini di belikan saham kelapa sawit astra argo lestari. Lalu bulan depan Rp 12.000.000 di invest ke saham trada marine cargo. Itu setelah ber12 berdebat dan berdiskusi. Kalau denger ceritanya seru juga sih, saya yang dulu-dulu merasa arisan hal socialite perilaku social semata menjadi melihat arisan dari sisi menarik sekarang. Semoga tulisan ini bisa menjadi tambahan wacana. #ngopipetang