ALLAH TERTUDUH COVID-19

ALLAH TERTUDUH COVID-19
“Penjual Ayat Waspadalah”

Adanya Virus Corona Allah Jadi Tertuduh

Yang menanam Tembako adalah para Petani yang menumbuhkannya adalah Allah. Yang membuat tembako menjadi Rokok bukan Allah tapi manusia. Kalo Rokok diumpamakan Virus yang berbahaya, apakah kita akan mengatakan bahwa Rokok itu buatan Allah? Atau Rokok itu Tentara Allah? Atau Rokok itu Azab Allah?

Virus yang sedang menyebar yang disebut Corona atau Covid-19 adalah Virus yang dibuat oleh manusia untuk menghancurkan manusia.

Coba kita perhatikan negara mana saja yang terkena wabah virus ini. Apa target yang ingin dicapai dengan penyebaran virus Corona ini?

Fakta berbicara, Negara dengan jumlah korban terbanyak yaitu China disusul dengan Iran. Kedua negara ini beberapa tahun belakangan paling aktif berkonflik dengan satu negara super power yaitu Amerika Serikat.

Hal ini adalah pertarungan kekuatan antar negara.

Konfrontasi yang dilakukan dengan China berawal dari perang dagang yang tak kunjung dimenangkan oleh Amerika.

Dalam 10 tahun terakhir, Amerika selalu defisit neraca perdagangan dengan China (baca: rugi). Trump dengan slogan “Make America Great Again” nya tidak dapat tinggal diam. Amerika ingin menang (baca: untung). Amerika membalas dengan meningkatkan tarif masuk yang mahal bagi barang China. Ternyata tidak juga memukul China.

China merespon dengan melemahkan Nilai Mata Uang nya Yuan. Lalu apa yang dilakukan Amerika? US juga melemahkan nilai Dolar nya. Namun sekali lagi, itu tidak melemahkan ekonomi China.

Perang Dagang pun dilanjutkan dengan serangan terhadap Huawei. Teknologi jaringan 5G ingin dikuasai oleh Huawei. Jika Jaringan 5G dikuasai China maka berakibat kekuatan ekonomi Amerika berkurang hingga lebih dari 900 Billion Dollar pertahunnya.

Kemudian, apa yang terjadi? China akhirnya mengalah, Jaringan 5G mulai ketemu titik temunya.

Namun Trump masih kurang puas. Trump ingin 2 periode sebagai POTUS (President Of The United States). Maka China digebrak lagi dengan serangan yang melumpuhkan ekonomi nya. COVID-19 atau Virus Corona.

Serangan biologis ini efektif memukul ekonomi China. Virus Corona merupakan biological warfare.

Penting diketahui, perang dagang (trade war) adalah awal dari perang militer (military warfare). Jika perang dagang menang, maka perang militer tidak berlanjut. Tapi kalau tidak menang-menang juga pasti akan diserang lagi. Salah satu War Tool nya adalah Corona Virus.

Untuk memverifikasi fenomena ini, ada baiknya kita melihat dari berbagai sudut pandang. Kita gunakan sudut pandang Intelijen Pertahanan dan Al-Qur’an. Bagaimana? Setuju? Lanjut ya ..

Dalam dunia intelijen ada hal sederhana yang selalu menjadi acuan pola pikir kaum ini. Setiap ada fenomena, pasti yang timbul di pemikiran mereka adalah pertanyaan ini. “WHO IS BENEFITING” (siapa yang paling diuntungkan?).

Begitu tau siapa yang paling diuntungkan, dialah pemainnya atau dialah yang memainkan atau dialah yang memiliki skenario. Begitu pula dengan Virus Corona ini.

Bagaimana dengan Al-Qur’an ?

Dalam pandangan Al-Qur’an, yang terjadi saat ini adalah pertarungan dua kekuatan yaitu “Ya’juz” sebagai “Masyriq” atau Blok Timur, dan “Ma’juz” sebagai “Magrib” atau Blok Barat. Dua kubu ini adalah pembuat kerusakan, hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi yaitu :

“ان ياجوج ومأجوج مفسدون في الرض”

bahwa “Sesungguhnya Ya’juz dan Ma’juz mereka adalah pembuat kerusakan di bumi”.

Dalam ayat tersebut dijelaskan tentang pekerjaan mereka yaitu Mufsiduna (dua kelompok) dan bukan Mufsidani (beberapa kelompok). Artinya dua kekuatan yaitu blok barat dan blok timur atau Ya’juz dan Ma’juz adalah pembuat kerusakan dibumi. Adanya dua kekuatan yaitu Ya’juz sebagai blok barat dan Ma’juz sebagai blok timur, adalah bukan hal yang baru ada pada Abad sekarang ini. Tapi sudah ada sejak dahulu yaitu pada Abad ke-6 Masehi.

Karena itu Allah menjelaskan dalam Surat Ar-Rum yang menceritakan bahwa Romawi sebagai blok barat pernah dikalahkan oleh Persia sebagai blok timur. Tidak lama kemudian Romawi sebagai blok barat dapat mengalahkan Persia sebagai blok timur.

Kekalahan blok timur adalah Isyarat bangkitnya Islam Abad ke-7 yang dibawa oleh Nabi Muhamad SAW. Kekalahan blok timur terulang pada akhir Abad ke-20 yaitu tumbangnya Uni Soviet. Dan itu adalah waktu bangkitnya Islam Ahli Sunah Wal Jamaah yang berpangkal kepada Salafu Shalihin.

Kembali kepada virus yang sedang menyebar saat ini. COVID-19 adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh salah satu kekuatan untuk menjatuhkan kekuatan lain yang menjadi lawannya. Coba kita perhatikan negara mana yang paling banyak terjangkit? Dan sebagai apa posisi negara tersebut?

Umat Islam adalah umat yang diajari oleh Nabi do’a Tolak bala. Seperti dalam do’a Qunut Subuh ada do’a yaitu :

وكنا برحمتك شر ما قضيت”

Melakukan Tolak bala dengan dua cara. Pertama yaitu Ritual contohnya, berdoa dan sebagainya dan yang kedua Aktual, yaitu berusaha mengantisipasi agar wabah tersebut tidak menyebar secara lebih luas.

Jadi bukan dengan cara menuduh Allah atau mengatakan azab Allah atau sebagai tentara Allah. Maka dalam menyikapi virus COVID-19 kita harus bersikap CORONA yaitu Cerdas, Observasi, Rasional, Obyektif, Normatif dan Analisis.

Dalam Shalawat Syifa dijelaskan yaitu “Thibil Qulub” artinya Obati Hati. Dan Nabi mengajarkan do’a yaitu :

“بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الارض ولا في السماء وهو السميع العليم

“Dengan segala hidup atas nama Allah yang tidak ada yang sanggup memadhoratkan atau mencelakakan apapun yang ada di langit dan dibumi dan Allah maha mendengar dan Maha mengetahui”

Hal ini yang perlu kita yakini dan kita Tauhidkan.

Jadi bagaimana para penjual ayat? masih mau menyalahkan Allah? Kuapokmu kapan!

BELUM JUGA BERDAULAT

MAU MENJADI NEGARA BERDAULAT ITU HARUS PANDAI MENITI TITIAN RAMBUT DI BELAH TUJUH

Kita semua tahu bahwa Indonesia ini adalah negara yang memiliki air berlimpah dan matahari yang terpapar luas, kebetulan salah satu syarat untuk tumbuhnya tanaman kelapa sawit dengan baik adalah memerlukan 2 hal itu, air dan paparan matahari.

Tapi saat ini harga kelapa sawit di tekan di dunia, mengapa di tekan? Siapa yang menekan?

Kemarin saya kedatangan teman yang sekolah di Finlandia. Objek Studi dia Resolusi Konflik. Sebagai mahasiswa yang mengenyam pendidikan disana, dia diberikan kesempatan untuk mengetahui praktek dari proses pendidikan dasar yang diberikan di Finlandia.

Hari itu dia berkesempatan ke salah satu sekolah yang kebetulan pelajarannya, BAHAYANYA KELAPA SAWIT.

Saya tergelak dalam hati mendengar ceritanya, walau finland negara paling baik sistemnya, namun cara mendoktrin anak bahaya kelapa sawit, palm oil membuat saya manyun.

Saya hanya mantuk2, benar bagus cara belajar mengajarnya, tetapi mendoktrin anak bahaya kelapa sawit adalah misleading, menurut saya.

Pikiran saya pun melayang jauh dan meluas.

Sejak Indonesia miring ke China di banyak kebijakan terutama kebijakan ekonomi, maka cara menekan Indonesia adalah dengan menekan kelapa sawit.

Kita tahu hagemoni minyak pangan, adalah olive oil, corn oil dan sun flower oil bunga matahari.

Masuknya kelapa sawit bisa menjadi ANCAMAN bagi incumben.

Di hukumlah dengan dimana-mana minyak sawit di nyatakan tidak sehat, colesteroling, dan berbagai penyakit lainnya. Bahkan ratusan turunan produknya berbasis kelapa sawit di citrakan berbahaya.

Masif gerakan ini diseluruh dunia.

Dan kita bingung mau mulai dari mana supaya kelapa sawit sebagai kekuatan ekonomi kita bangkit. Tetapi siapa pengekspor kelapa sawit terbesar. CHINA !!.

CHINA senang harga sawit murah. Indonesia kejepit di tengah.

Lalu sampailah kebakaran Hutan.

Hutan tanaman industri itu sawit, dimana Indonesia sengaja dicitrakan sawit merusak dunia.

Jadi bagi saya kebakaran hutan kali ini yang sangat masif merupakan pencitraan buruk atas kelapa sawit adalah sabotase, yang terjadi karena lemahnya kita bernegara.

#KUAPOKMUKAPAN!!

Landasan Beragama Adalah Mengenal Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Dalam Haditsnya Nabi mengatakan :

اول الدين معرفة الله

Bahwa landasan beragama adalah mengenal Allah.

“معرفةالمعبودقبل العبادة”

Mengenal yang akan di ibadahi sebelum beribadah.

Dalam bahasa Tauhid, Allah SWT disebut dengan Ismu Dzat karena ada kaitannya dengan Sifat, Asma dan Af’al Allah. Kita wajib mengenal Allah karena Allah telah lebih dahulu mengenalkan namanya kepada kita, hal ini dijelaskan dalam QS. Thaha ayat 14 :

انني انا الله لا اله الا انا فاعبدني واقم الصلوة لذكري

Sesungguhnya Aku, Aku adalah Allah. Tidak ada Tuhan yang wajib di ibadahi melainkan Aku. Maka setelah kamu mengenalku beribadahlah kepadaku, yaitu dengan mendirikan dan menegakan Shalat, agar dengan Shalat kamu ingat kepadaku dan hidup sadar menurut ajaranku.

Di dalam ayat tersebut tergambar jelas untuk kita, bahwa sebelum Allah memerintahkan kita untuk beribadah yang terangkum dalam perintah Shalat, Allah memperkenalkan namanya terlebih dahulu. Hal ini agar kita paham kepada siapa kita beribadah dan siapa yang memerintahkan kita untuk beribadah.

Dalam Surat Muhamad ayat 19 Allah SWT menyatakan :

فاعلم انه لا اله إلا الله

Maka disebabkan kamu belum paham, belum tahu dan belum mengerti maka pahami, ketahuilah oleh kamu bahwa sesungguhnya “Tidak ada Tuhan yang wajib kita ibadahi melainkan Allah”.

Dengan demikian kita dapat memahami bahwa melalui Ayat tsb Allah SWT menyuruh kita agar kita benar benar paham tentang kalimat

لا اله إلا الله

yaitu sebagai media kita mengenal atau ma’rifat kepada Allah SWT.

Lantas bagaimana penjelasan lafadz tauhid sebagai media tersebut? Begini penjelasannya, Dalam kalimat

لا اله الا الله

Jumlah hurufnya ada 12 huruf. Jika dijadikan bilangan kecil, yaitu bilangan dari 0 s/d 9, maka angka 12 tadi menjadi 1+2=3.

Kemudian kadar bilangan yang terkandung dalam kalimat tauhid tersebut adalah 165. Jika dijadikan bilangan kecil maka 1+6+5=12, lalu 1+2=3.

Bilangan 3 dalam Shalat menjadi Rukun Takbiratul Ihram. Yaitu Rukun Qauly, Rukun Qalby dan Rukun Fi’ly. Tiga Rukun Takbiratul Ihram ini berkaitan dengan hidup kita, karena hidup itu adalah Qauly yaitu berbicara, Qalby yaitu berkeyakinan dan Fi’ly yaitu berbuat.

Bilangan 3 yang terkandung dalam kalimat Tauhid, adalah bilangan yang menjelaskan tentang Tiga Jabatan Allah SWT seperti yang tercatat dalam Surat Al Fatihah yaitu : 

  1. رب العلمين

  2. مالك يوم الدين

  3. اياك نعبد

Dan Tiga ayat dalam Surat An Naas yaitu :

  1.  رب الناس.

  2.  مالك الناس

  3.  اله الناس

Lafadz الله ada 4 huruf yaitu Alif, Lam, Lam dan Ha dan bilangan yang terkandung didalam Lafadz الله yaitu 66. Hal ini terkait dengan Rahasia Surat ke 66 yaitu Surat At-Tahrim dan ayatnya ada 12 ayat. (Hal ini akan dibahas terpisah).

Dengan penjelasan satu Hadits dan dua Ayat tsb, dapat kita pahami bahwa kita diwajibkan mengenal Allah yang memiliki Tiga jabatan yaitu :

  1. Allah sebagai Rabbun yaitu Pengatur karena Allah mempunyai Aturan untuk mengatur Alam Semesta yang disebut Rabbul Alamin dan untuk mengatur Manusia yang disebut Rabbi Naas.
  2. Allah sebagai Penguasa karena Allah mempunyai kekuasaan yaitu Maliki Yaumi Din dan Maliki Naasi.
  3. Allah sebagai Ma’bud yang disembah atau yang di ibadahi karena Allah mempunyai Abid yang menyatakan “Iyaka Na’budu” dan Ilahi Naas.

Dan untuk membuktikan bahwa Allah sebagai Rabun yaitu Pengatur, Malikun yaitu Penguasa dan Ilahun yaitu yang Disembah, maka Allah memiliki Sifat yang Layak dan wajib ada padanya.

(Bersambung).

CUAN 3.0

Sistem perbankan yang mengunakan jaminan serta bunga dalam pinjaman sudah masanya di-distrup (dihilangkan perlahan). Ratusan tahun cara berbunga ini sudah berjalan seakan tidak ada cara selain seperti apa yang bank lakukan sekarang.

Sebenarnya ada yang lain. Dimana kita tahu ada solusi lain untuk pendanaan yaitu go publik di bursa saham.

Sayangnya model seperti ini bukan untuk kelas UKM tetapi untuk perusahaan besar yang super mapan. Karena di belakangnya dunia bursa saham kakap ini, yaitu sang kapitalis. Jadi bursa saham untuk “ para kapitalis” membiakan uang mereka.

Jadi bagaimana dong kelas bawahnya? ini harus ada solusi baru yaitu go publik namun kelas UKM !!!

Ini akan mendistrup bukan saja bank, tetapi bursa saham kelas atas kapitalis tersebut.

Dulu, kira-kira 2 tahun yang lalu hal ini tidak bisa dilakukan karena digital teknologinya belum mendukung. Namun sekarang bisa sudah terakomodasi, digital teknologi nya siap.

Dengan digitalisasi maka kunci tersulit di dalam “seleksi” atas investasi bagus atau tidaknya semua sudah bisa di lakukan oleh teknologi.

Sangat aman dan sangat menguntungkan semuanya bisa di seleksi dengan artificial inteligen, di rating secara digital dan di “secure” secara teknologi. Semua itu sudah siap dan tersedia saat ini.

Investor di rating, UKM di rating. Faktor keamanan investasinya akan tinggi dan keuntunganpun menjadi terjaga karena ada banyak ukuran sukses yang di “awasi” oleh robot pintar.

Dunia pembiayaan menjadi tidak sama lagi sekarang.

Bank bukan tempat mencari pinjaman lagi sekarang dan juga bukan tempat UANG TIDUR lagi sekarang.

Investor akan meletakan uangnya agar KERJA LEBIH KERAS di investasi langsung ke UKM unggulan.

Dan disinilah era baru, karena sistem bagi hasil ini akan menarik banyak investor selain lebih tinggi “return”nya sistem bagi hasil tersebut Insya Allah bagian dari perjuangan kami, membuat platform bebas riba.

Namun perjuangan para pejuang ekonomi syariah ini belum bisa cepat terlaksana karena otoritas masih pro ribawi dan bank berbunga. Semoga cepat sadar, kasihan umat yang perlu solusi hartanya halal sebagai pelaksana hijrah 3.0 #peace

MEDIA PROPAGANDA

Kalau saya mengatakan apa yang ada di media sosial saat ini adalah bagian dari warfare, setujukah sahabat? Kalau saya mengatakan 50% tulisan yang beredar saat ini di media sosial sudah tersusupi hal-hal yang berbau negatif dan prasangka maupun opini, setujukah sahabat?

Saya akan mencuplik dari buku sejarah dimana saya mencoba mengarahkan dengan berbagai kalimat untuk menguji beberapa hal termasuk kesensitifan respon sahabat.

Yang saya mau cek adalah, apa yang dimainkan dalam “media propaganda” dilakukan sangat terencana oleh master planner. Dalam teori dasar propaganda adalah dengan membenturkan dua perbedaan. Karena otak manusia selalu memiliki satu tempat di satu masa, yang lainnya data mengantre. Apakah data tersebut sudah masuk dalam pikiran sahabat ?

Saya akan menerangkan mengenai antrean data di kepala manusia ini di lain kesempatan. Sekarang adalah tentang media propaganda, jadi untuk memberi data dibenturkan dua hal dalam satu masa.

Saya mencoba memancing respon, “Ah tulisan ini mau arahkan bahwa Islam itu dari China. Islam di Indonesia bukan dari China. Wali Songo bukan China, ” dan banyak komentar yang sesungguhnya itulah respon yang saya butuhkan. Sudah seberapa sensitif mengenai “ke-China-an” dan kebencian China di kepala.

Bagi saya itu semua adalah data. Karena artinya propaganda sudah masuk ke dalam pikiran banyak orang. Dan dalam propaganda memang itu tekniknya. Yaitu dengan membenturkan dua data yang ekstrem berbeda.

Misalnya dibenturkan, kaya miskin, dibenturkan antara Islam Kristen, dibenturkan antara China Islam, dibenturkan antara Penguasa dan Rakyat Tertindas. Oke, kalau ada sahabat yang mulai berkerut kening saya paham sekali. Ini adalah propaganda, dibenturkan antara kezaliman kekuasaan dan korbannya. Semuanya tujuannya satu, menarik simpati dengan teknik faschinate dalam teori pikiran.

Berikutnya adalah dengan menggunakan kalimat generalisasi. Begini contohnya, kalimat pertama adalah “Al-Maidah dihina”, diviralkan selama satu bulan. Lalu “Al-Qur’an dihina” diviralkan selama satu bulan. Yang “menghina Al-Qur’an Ahok” diviralkan satu bulan. Ini adalah fakta, dan ini adalah benar dan ini tidak bisa disangkal.

Lalu mulai provokasi berikutnya, “Ahok China, China menghina Al-Qur’an”. Nah ini yang saya sebut generalisasi. Ini bukan kebenaran, ini provokasi. Lalu ditambah lagi “Sepuluh juta pekerja China di Indonesia” mengambil pekerjaan bangsa Indonesia.

Ini menggabungkan dua hal. Satu hal yaitu dibenturkan “miskin pengangguran” versus pekerja China (yang datanya fiktif) untuk mendapat simpati dan menimbulkan marah (tujuan provokasi). Kemudian timbul (benci China).

Fakta sebenarnya adalah, Ahok ya Ahok. Ahok China adalah fakta, tetapi China adalah Ahok itu bukan, itu provokasi, itu penistaan SARA.

Dalam tulisan ini kalau sahabat berpendapat saya pendukung China, itu opini yang boleh dibangun, tetapi karena saya harus menulis dengan tujuan pembelajaran, saya menulis dengan fakta keadaan saat ini agar mudah dicerna. Sesungguhnya maksud saya dengan tulisan ini adalah mengingatkan bahwa “media warfare” itu dilakukan dengan sengaja untuk menggoyang Indonesia. Dan yang menggoyang bukan FPI atau ormas. Kita semua putra bangsa. Saya harus mengingatkan, banyak ormas dan kelompok putra bangsa, kalian ditunggangi.

Siapa yang menunggangi? Sekarang saya tanya, bisakah sahabat merenung sebentar dan mencari kebenaran atas informasi ini? Percaya saya, tidak ada keberanian yang muncul dari seseorang, kalau tidak ada back up. Semakin kuat yang mem-back up, seseorang atau sekelompok orang akan semakin berani.

#untukpilpres_2019