BISNIS ITU SEDERHANA KALAU TAHU KEMANA ARAH KAPAL

Investasi panjang atau pendek. Property adalah termasuk bisnis jangka panjang. Retail adalah bisnis jangka pendek. Ini adalah contoh pemahaman sederhana agar memahami apa yang dimaksud dengan investasi jangka panjang atau jangka pendek.

Bisnis manufaktur adalah bisnis jangka panjang, trading adalah bisnis jangka pendek. Bisnis jangka panjang pendapatannya kecil tetapi stabil dan pasti, bisnis jangka pendek sering cepat, besar namun mempertahankannya sulit karena ada “musim” dan kompetitor masuk.

Bisnis jangka panjang berbasis kebutuhan “needs” bisnis jangka pendek berbasis “wants”. Pangan adalah bisnis jangka panjang walau terlihat seperti jangka pendek dengan misalnya mendapatkan panen setiap tahun 2 kali. Seperti padi, jagung dan tanaman jangka pendek lainnya, timun, cabe dll. Benar jangka pendek namun pangan masuk bisnis jangka panjang.

Unsur hara pada tanah kalau tidak di beri pupuk yang pas, pengetahuan bercocok tanam yang mumpuni, maka di tahun ke 7 lahan menjadi rusak dan tingkat kesuburan di lahan tersebut tinggal 40%, sudah tidak layak tanam. Ini mengakibatkan petani atau peladang harus pindah lahan. Lahan harganya? Naik lah kalau sudah 10 tahun.

Bisanya bisnis ayam, bebek, kambing atau sapi, terlihat jangka pendek. Tiap lebaran haji bisa panen jual kambing atau sapi, kebutuhan daging meningkat terus, buktinya import. Sekarang saya tanya, dari 10 orang berbisnis ternak berapa yang bertahan 5 tahun kedepan?

Sekali lagi pangan bisnis jangka panjang.

Bisnis retail, perdagangan, handy craft pengerajin itu bisnis jangka pendek itu bisnis musiman. Kita buktikan datang ke toko busana, H&M atau Zara, busana tersebut tiap 2 bulan ganti mode ganti pemenuhan kebutuhannya.

Datang ke matahari mall, busana yang jual bukan fashion, hanya penutup badan. Saya berani berkata bahwa bisnis busana matahari 5 tahun lagi akan tergulung bisa 50% gerai tutup kalau seperti ini kelolaannya.

Busana adalah bisnis musiman, bergeser cepat sekali sehingga kalau main di bisnis ini cepat naik, dan cepat turun kalau kita tidak kreatif atau up to date. Juga bisnis rumah makan, cafe, itu bisnis “seasonal” kalau salah target market.

Resto atau cafe yang pakai dekorasi “instagramable” semakin banyak dan tidak jadi ukuran lagi sekarang untuk visit. Kita datang ke sushi tei sudah tahun ke 10 tidak membuat instagramable tetapi mengganti design interiornya. Ambiance nya di ganti. Starbuck misalnya lagi, mengganti menjadi abu-abu dan warna kayu dominan,. Hijaunya sedikit hanya di logonya.

MC donald sudah mengganti dengan menambah kursi tak bersender di gerainya, juga KFC. Mereka semua tidak bergeser ke “sudut yang bisa buat foto”.

Dalam investasi, penting untuk memahami bisnis jangka panjang atau jangka pendek ini.

Dalam mengatur sebuah keuangan harus punya pendapatan jangka pendek dan bermain di bursa saham adalah salah satu portofolionya. Ciri ciri jangka pendek atau menengah kit gampang exit dan liquid. Bursa saham salah satunya.

Berikutnya adalah investasi di bidang makanan tetapi hulu. Seperti biasa, tidak retail atau ngecer tetapi pasar korporate. Menyuplai roti ke hotel-hotel. Di jawa timur dan bali karena kitchennya di malang dan bali. Ini liquid karena bayar mundur mingguan namun pasti bayar. Bukan yang laku saja di bayar. Tetapi yang di pesan ya di bayar semua.

Sekarang kalau negara bagaimana? Bagaimana membangun agar anggaran pendapatan terjaga dan belanja negara selalu terpenuhi.

Negara itu bukan pedagang. Negara itu pengatur ( regulator). Karena itu kalau mau mendapatkan “stabil” negara fokusnya di pajak. Bukan di proyek BUMN. Pajak di ambil dari pebisnis yang tumbuh subur dan gampang sukses.

Tumbuh subur dan mudah berinvestasi adalah REGULATOR memainkannya. Itu namanya pro swasta. Seperti kembali meniru negara maju seperti singapura, negara eropa, jepang, korea selatan. Jangan meniru negara agresor seperti amerika atau china. Apa lagi main sama mereka, di makan pastinya.

Senjatanya amerika adalah milter (preman) senjatanya china adalah proyek ekonomi. Makanya gerakan semua sendi masyaralat berbisnis, jangan kelompok BUMN saja. Masak rakyat hanya di suruh keplok-keplok di peresmian proyek. Dan disuruh viral-viral bangun proyek. Tapi di sisi oposan cobalah jangan juga nyinyir, mana proposal platform solusi buat bangsa ini? jangan kritik tok apa yang sudah di kerjakan orang lain.

Sekarang kita tanya, mau tumbuh ekonomi tanpa neraca defisit dan mata uang lemah? Ya hayoo kita kasih solusi. Pertama pahami pelajaran nominator dan denominator selanjutnya setelah memahami investasi jangka pendek dan jangka panjang, lalu memahami kondisi dalam negeri lagi BOOM atau BUST. #ngopisiang

PETA DUNIA BERGESER LOH

Penting memahami peta nasional ataupun internasional di dalam kita memahami apa yang terjadi saat ini. Kita tidak bisa melihat sesuatu hanya dari jejak “yang terjadi” saja lalu menganalisanya. Kita harus juga harus memahami apa isi otak “man behind the gun”. Supaya bisa mengantisipasi kedepan apa yang akan terjadi.

Kita mulai dari pemahaman nasional dari opini beberapa orang pakar dan beberapa pendapat orang yang berpengaruh. Ada sebuah fenomena yang terjadi saat ini yaitu melemahnya peran tentara dan terbelahnya umat islam. Dan dalam skenario seperti ini maka mata panah tertuju pada satu pendapat, hanya PKI yang berfikir begini (melemahkan Tentara dan umat).

Ini bukan PKI seperti yang di bayangkan tahun 1965 maksud mereka, bukan. Tetapi ada yang mendopleng strategi “bermain” ala PKI dikalangan pemegang kekuasaan dengan melemahkan 2 ornamen penting bangsa indonesia, TNI dan Umat Islam. Keduanya terbelah. Kelompok itu di sebut free rider alias penumpang gelap.

Salahkah pemahaman itu? Tidak

Benarkah pemahaman itu? Kita bahas perlahan. Tapi janji loh jangan di bawa tulisan ini kepolitik, awas loh ya. Saya bisa memilih “shut down” kalau ini di bawa ke ranah politik. Padahal ini adalah informasi berbasis ilmu pengetahuan. Ada teorinya di akademi saya dulu menangguk ilmu.

Latar belakang sekilas. Berdasar 3 buku baru yang sedang saya baca Fear, Asian water dan china private army maka peta dunia bergeser jauh. Jauh dari pemikiran liar saya sekalipun.

Misalnya, memahami Trump yang punya kecenderungan kejiwaan narcicism apakah penting? Tidak juga. Adalah lebih penting memahami “yahudi zabbatai” dibelakangnya Trump. Yang ternyata berseberangan dengan yahudi ortodox.

Yahudi ortodox pro israel. Zabbatai lebih pragmatis. Kaum zabbatai ini di gabung dengan kaum mormon di wallstreet adalah mayoritas pemegang keuangan. Rockefeller, rothschied, oppenhimer, muzin, ican, zukker adalah sedikit nama yang dia lagi dia lagi berputar sudah 4-5 generasi di wallstreet.

Catatan pengingat, wallstreet bukan NYSE stock exchange loh ya?

Kembali ke paragraf atas, kita harus juga bisa membedakan IMF. IMF itu bukan wallstreet. Amerika (state) itu bukan IMF bukan wallstreet.

IMF dengan lembaga rating S&P standars and Poors atau Moodys nya bisa saja memberikan sebuah negara investment grade. Tetapi goldman sach, merill lynch malah menurunkan grade investasinya. Goldman Sach atau JP morgan represent mewakili wallstreet, moodys mewakili IMF.

Jangan mentang mentang berkata sebuah lembaga rating IMF menaikan rating terus berpendapat sebuah negara itu bagus investasinya. Ngak begitu juga, investor swasta lebih melihat wallstreet punya pendapat.

Sisi pemerintah amerika mana misalnya? US INDO PASIFIC mewakili negara amerika yang saat mencoret china dari US Paccom, pasific command. Dari sisi ini sudah 3 mahluk berbeda yang kita bicarakan. Bahkan di wallstreet saja sudah ada beberapa mahluk disana yang berbeda. Mulai jelas?

Jadi sebuah negara mungkin saja di sukai IMF belum tentu di dukung pemerintah amerika. Sisi lain kalau wallstreet setuju banyak setujunya pemerintah amerika dengan mereka (mendukung sebuah negara).

Kita lanjut sisi swasta, dengan sebuah pertanyaan siapa sih di belakang alibaba? alibaba listingnya dimana?

Alibaba listing di bursa NYSE dan siapa pembeli terbesar? Ehem..zabbatai ya amerika juga. mulai faham peta dunia saat ini? Mulai faham “how the world work” saat ini?

Mengerti sekarang mengapa jack ma selalu memuji zuckerberg, charles kushner dan warren buffet di setiap ada kesempatan? Ternyata “engine” nya alibaba ya sisi dia lagi dia lagi. Di atas kapitalis ada kapitalis ternyata.

Pemerintah China bagaimana? Xi jing ping jadi raja china dengan jabatan presiden sampai mati ini harus di awasi dengan seksama. Ideologi OBOR itu senjata cakra nya xi jing ping. Bagaimana peta china kemudian? Tak ada IMF di sana tapi wallstreet besar di china.

Perang dagang terhadap china yang dilakukan Trump ternyata sejalan dengan wallstreet (baca: maunya wallstreet). Wallstreet kemarin tumbuh rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Duh, pengen deh meneruskan menulis, tetapi memang ada yang butuh? Kayaknya ngak banyak minat beginian. Ok lah, selamat berpolitik saling serang. Saya hanya maunya sih meluruskan pengetahuan saat ini, sambil nanya, emang minat? #ngopipagi

MENENTUKAN KEUNTUNGAN, MENENTUKAN MASA DEPAN BISNIS

Kembali ke bisnis adalah “science”. Bisnis itu matematis dan harus bisa di hitung sebagai ilmu pasti. Kalau mereka berbisnis hanya berdasar, perkiraan-feeling-coba-coba, bukan salah namun “peluang” anda kecil untuk makmur cepat dan kerja anda berat.

Kita ini mau cari uang khan? Bukan kerjaan yang kita cari, setuju? Maka mencari uang dengan berbisnis harus mengerti dasar matematis perhitungannya. Kita mulai dengan pengandaian.

Kita ambil treveloka sebagai contoh pertama.

Rumus : Nominator di bagi denominator harus “plus” atau positif. Alias harus lebih besar NOMINAL atas dari pada pembagi dibawahnya.

Nominator dalam traveloka adalah jumlah hotelnya. Kalau jumlah hotelnya banyak maka “traveler” atau para denominatornya senang. Namun nominator sebelum masuk melihat dulu banyak kah denominatornya. Karena denominator itu “pasar”. Sedangkan nominator itu di sebut “kompetitor” pesaing.

Dari mana mulainya? Ambil pasar tanpa nominator, pasar hilang. Ambil nominator tanpa pasar ya rugi bandar. Mana yang harus duluan?

Sekali lagi, dalam perhitungan matematis maka “nominator harus lebih besar dan selalu positif”, Itu kunci bisnis. nominator harus di pertahankan lebih besar dari denominator.

Lalu untuk memulai bisnis itu mana yang harus di dulukan, pembaginya atau nominatornya? Bagaimana menjawab pertanyaan ini?

Disini kita harus faham melihat pasar. Kita harus paham melihat “pain point” masalah siapa yang mau di pecahkan terlebih dahulu.

Bisnis itu “besar nilainya” ketika kita menyelesaikan dua masalah “pain point” nominator dan denominator bersamaan.

Go-jek sekarang kita ambil sebagai contoh kedua.

Mana nominatornya mana denominatornya go jek? Mereka dari sejak pertama benar menarget ojeknya. Mereka tahu macet jakarta akan membuat pasar kebutuhan transport besar. Jadi gojek fokus di ojeknya.

Maka memiliki 10.000 supir ojek menjadi penting terlebih dahulu dan mereka memfokuskan membuat “happy” supir ojek. Mana yang mereka buat “happy” terlebih dahulu di jadikan denominator.

Ketika 500.000 user dengan 10.000 ojek maka supir ojek panen. Setiap bulan bisa bawa pulang 10-15 juta waktu itu. Lalu berita tersebar meluas dan gojek di serbu ojeker. Sampai 100.000 dimana usenya tetap sehingga 1 supir ojek hanya dapat 2 jutaan. Kalau mereka kecewa ojeknya maka bisnis akan merugi di gojek, maka iklan gede-gede an, ambil lagi nominator sampai 4 juta orang. Begitu bolak balik samapi ketemu “critical mess”.

Grab sekarang, karena belum ketemu critical mess, maka grab masih iklan sana sini. Mencari nominator dan denominator. Jadi pasti lebih murah naik grab sekarang. Dan grab serius garap pasar transportasi. Grab is the winner. Gojek fokus ke payment, transportasi menjadi pelengkap saja.

Kembali ke nom dan denom. Jadi kunci bisnis adalah, ‘mana yang mau di buat happy terlebih dahulu’ jadikan denominator, jadikan pembagi.

Traveloka ingin menyenangkan traveler, maka traveler menjadi denominator. Go-jek ingin menyenangkan supir ojek, maka supirojek menjadi denominator. #ngopipagi

Ketimpangan Kaya dan Miskin

Bagaimana ketidaksetaraan bisa berhasil?

Indikator ketidaksetaraan yang paling umum digunakan adalah pendapatan, yang mengukur perbedaan kekayaan antara kelompok-kelompok di bagian atas dan orang-orang di kalangan bawah, sementara ukuran lain termasuk status sosial, kekuasaan dan kekayaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, akademisi dan komentator telah mengidentifikasi ketidaksetaraan ekstrim sebagai pendorong perpecahan sosial dan guncangan politik yang meluas di AS dan Inggris, dua negara maju yang paling tidak setara di dunia.

Meskipun ada konsensus luas bahwa tingkat ketidaksetaraan yang tinggi buruk bagi masyarakat, bagaimana konsentrasi kekuasaan dibiarkan berkembang? Dr. Milena Tsvetkova telah menerbitkan sebuah penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan ini dengan menganalisis kondisi di mana ketidaksetaraan bertambah.

Dalam penelitian yang didanai oleh Yayasan VW, sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan penelitian ilmu sosial, Dr. Tsvetkova dan mitra penelitiannya menggunakan teknik yang biasa dikenal sebagai meta-studi, re-analysing badan penelitian yang ada untuk mencari tren yang lebih luas.

Mereka mempelajari 33 percobaan, beberapa di antaranya melihat bagaimana jaringan sosial terstruktur, dan tingkat mobilitas yang terjadi di dalam jaringan yang berbeda. Juga termasuk dalam analisis peneliti adalah bagaimana reputasi mempengaruhi posisi sosial, dan apakah kemampuan untuk menghukum warga lain, melalui denda atau hukuman lain, meningkatkan ketidaksetaraan.

Temuan utama adalah bahwa ada lebih banyak ketidaksetaraan dalam jaringan yang stabil, dengan struktur dan hirarki sosial yang ketat, dibandingkan dengan jaringan acak. Contohnya adalah komunitas yang secara ekonomi bergantung pada pertanian dan lahan, di mana ada peluang lebih besar untuk mengumpulkan tanah dan kekayaan, dan kemudian mengirimkannya ke generasi mendatang.

Temuan menunjukkan bahwa keragaman dan fluks yang lebih besar dalam kelompok sosial akan mengurangi akumulasi kekuasaan yang dapat terjadi pada jaringan tetap dan menyebabkan ketidaksetaraan.

Dr Tsvetkova mengatakan: “Sistem sosial yang kaku, di mana orang memiliki posisi atau peran tertentu, tampaknya memunculkan ketidaksetaraan yang lebih tinggi. Ini berbeda dengan jaringan acak dan lebih dinamis, di mana individu memiliki peran yang berbeda dalam struktur sosial yang lebih longgar. ”

Analisis ini juga menemukan bahwa kemampuan untuk menghukum orang lain dalam suatu kelompok adalah faktor dari peningkatan ketidaksetaraan. Contohnya adalah penalti keuangan yang dikenakan pada warga yang kurang berkontribusi melalui perpajakan.

Salah satu penjelasan yang diajukan oleh para peneliti adalah bahwa jaringan tetap memungkinkan cakupan yang lebih luas bagi orang kaya untuk mengeksploitasi orang miskin. Di mana kemampuan untuk menghukum ada, beban terbesar untuk membayar hukuman akan jatuh ke masyarakat termiskin, yang kurang mampu membayar.

Dr. Tsvetkova mengatakan: “Di mana institusi dirancang untuk menghukum teman sebaya jika mereka tidak berkontribusi, seringkali mereka yang paling miskin, mereka yang sudah kalah, yang paling tertarik untuk mensubsidi institusi tersebut. Namun, membayar hukuman membuat orang miskin menjadi lebih miskin, sementara orang kaya terus mengambil manfaat dari kontribusi semua orang yang lebih tinggi. ”

Dalam lingkup sosial, kekuatan reputasi kawan sejawat tampaknya kurang berpengaruh pada ketidaksetaraan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang-orang lebih mungkin untuk bekerja sama dengan mereka yang memiliki reputasi positif, dengan persepsi orang yang diperkuat dan dibesar-besarkan seiring waktu. Akibatnya, kelompok sosial di mana  memiliki reputasi yang tersedia untuk umum cenderung memiliki ketidaksetaraan yang lebih tinggi daripada kelompok yang tidak punya reputasi.

Menggunakan contoh komunitas media sosial, Dr Tsvetkova mengatakan: “Reputasi memandu transaksi online di eBay atau Amazon. Di situs web ini, orang-orang dengan ulasan terbanyak dianggap sebagai yang paling dapat diandalkan, yang mengarah ke penjual tertentu yang mendominasi pasar. ”

“Jaringan kerjasama yang lebih kecil dapat mengesampingkan pengaruh reputasi publik dalam situasi tertentu. Misalnya, jika pembeli dipandu ke opsi yang lebih beragam yang tidak selalu menyertakan penjual terbaik, mungkin ada lebih sedikit ketidaksetaraan di pasar, ”tambah Dr Tsvetkova.

Studi berskala besar membuat kasus untuk kelompok yang dinamis dan beragam, dengan berbagai interaksi sebagai dasar untuk mengurangi ketidaksetaraan. Dr. Tsvetkova mengatakan: “Semakin kita memahami tentang kondisi di mana kelompok-kelompok tertentu mengumpulkan kekuatan yang berlebihan, semakin dekat kita akan memahami cara menyelesaikan masalah.”

INCOME KELUARGA CERMIN INCOME NEGARA

Dalam ekonomi versi keluarga, ada dua type keadaan ekonominya, Yaitu ekonomi bust, dan ekonomi boom.

Kalau dalam sebuah keluarga, sumber pemasukan hanya dari suami yang sebagai pegawai, hutang di warung banyak, rumah ngontrak, maka keluarga itu punya masalah atau di sebut “economic bust”.

Ditambah lagi mereka ngredit rumah belum lunas, dan pendapatan hanya bergantung pada pegawai kantoran tadi, nekat kredit mobil. Jebol sebentar lagi keluarga tersebut. Bakal terbukti kata-kata “jatuh cinta pakai perasaan, mempertahankannya pakai penghasilan” dan tidak lama lagi bubar itu perasaan, mau di kasih makan apa keluarganya, cinta perasaan doang ngak cukup.

Itu adalah contoh keluarga dengan ekonomi bust. Teori klasik dalam membangun ekonomi rumah tangga adalah menambah cash flow atau uang masuk.

Kalau suami bekerja misalnya. Kemudian istri berbisnis warung. Hal ini membuat 1 rumah tangga memiliki 2 macam pendapatan.
Lalu, sang suami yang karyawan tersebut setiap weekend mengajar bela diri silat. Sehingga menambah pendapatan suami menjadi 2 sumber income.

Kemudian dana terkumpul, dibelikan tanah untuk beternak ayam petelur. Dimana anak-anak bisa membantu setiap hari merawat dan beternak.

2 income suami, 1 dari istri. 1 lagi dari usaha ayam petelur. Dan asset tanah buat kandang ayam yang bisa naik terus pendapatannya.

Ini adalah sebuah rumah tangga dengan 5 macam pendapatan atau multiple streaming of income.

Kalau ditambah, rumah yang ditinggali ada kamar lebih di pakai juga buat penginapan. Kemudian dipasarkan melalui AirBnB, maka keluarga ini benar-benar memanfaatkan setiap jengkal lahannya. Setiap centi asetnya. Dan setiap sumber daya untuk bermanfaat at the fullest, mereka menjadi pemilik kemakmuran yang sustain bertahan lama.

Ketika rezeki mereka bertambah, mereka membeli lahan dan membangun kos-kosan. Bulanannya dan asset tanahnya membuat 2 pendapatan dari 1 aset.

Keluarga ini dalam keadaan multiple income, tidak bergabung pada satu keranjang. Mereka bisa terus investasi dan cepat atau lambat terus menuju kemakmuran.

Coba sekarang kita melihat diri kita pada saat ini. Kita coba meng-audit diri kita dan keluarga kita. Saya yakin setelah kita meng-audit singkat kita sudah bisa menentukan kita masuk kaum “bust” atau kaum “boom”.

Kita tidak perlu bahas berapa digit pemasukan kita, tidak di perlukan. Saya hanya ingin memastikan, bahwa jika dengan jujur anda mengatakan anda “ekonomi bust”, maka saya katakan, anda bisa mengubahnya.

Terus belajar dengan mereka yang menurut anda dalam “ekonomi boom”. #ngopi