RESOLUSI TAHUN 2019

Moment tahun baru, saya jadi ingat ketika tahun baru 2017. Waktu itu, saya pernah membuat resolusi. Ini merupakan resolusi pribadi di tahun baru kala itu. Yaitu meningkatkan Saldo Rekening Bank Emosi. Benar Bank Emosi. Anda semua tahu, bank setiap manusia memiliki rekening saldo emosi. Maka bagi saya hal ini sangat penting untuk meningkatkan maqom atau derajat kemanusiaan saya kepada orang lain.

Saya ini lemah sekali dalam hal rekening bank emosi.

Sederhananya begini, semisal setiap hari anda mengatakan kepada anak anda atau bawahan anda. “Selamat pagi, apa kabar, kamu bagus sekali deh pakai baju putih, nah gitu dong rapih penampilannya nak,”. Kata-kata pujian yang tulus kepada siapa saja terlepas dari ada nya nilai atau hubungan tertentu perkataan tersebut merupakan setoran positif ke bank emosi saldo anda di rekening emosi orang lain.

Inilah resep sederhana jika anda atau saya ingin membesarkan lingkar pengaruh. Lingkar pengaruh adalah hal yang sangat penting karena dasar dari meningkatkan likeabilitas atau kesukaan orang lain terhadap anda.

Jika likeabilitas tinggi dan konstan maka akan meningkat menjadi trust atau kepercayaan. Seseorang yang mendapatkan kepercayaan yang tinggi akan mempermudah banyak hal dalam jalan hidupnya. Jika kepercayaan di dapat maka masalah banyak terselesaikan, peluang menjadi terbukti, jalan menuju sukses semakin gampang.

Kepercayaan yang tinggi dari calon mertua misalnya, memudahkan seseorang menuju ke tampuk yang lebih tinggi yaitu pelaminan. Namun kalau kenal saja belum, suka juga belum boro-boro dapet kepercayaan. Atasan anda menyukai anda, atasan anda percaya anda. Selesai sudah urusan terbesar dalam karir anda. Kedepan semua mudah. Atau jika bank kenal anda, suka anda, percaya anda, maka bisnis anda menjadi lancar.

Dasar dari hal ini semua adalah rekening emosi tadi.

Inilah yang menjadi pikiran saya saat ini. Rekening bank emosi saldonya saya akan buat positif ke semua orang. Ke ibu saya, ke mertua saya, ke rekan kerja, ke pasangan hidup saya, ke anak-anak saya, dan kesiapapun. Saya ini buruk sekali perilakunya untuk hal ini. Saya di kenal sebagai an asshole di dalam organisasi di perusahaan walaupun hingga saat ini belum ada yang marah, ngajak berantem atau berhenti bekerja.

Dalam 2 tahun kemarin, dalam resolusi 2017 dan 2018 saya sudah mencanangkan menanam rekening plus disetiap suboradinate saya. Saya mulai ramah, menyapa tersenyum sebanyak mungkin. Saya mulai perduli pada penampilan mereka, mulai perduli pada kehidupan mereka, mulai mendengarkan banyak cerita-cerita mereka. Saya belajar menjadi pendengar yang baik. Keputusan manajemen sudah mulai berdasar informasi dan masukan mereka. Dan tetap saja terkadang saya melakukan penarikan besar dengan menekan mereka apa lagi pada kesalahan, saya masih sulit mentolerir. Di kepala saya seakan” no room for error” Tidak ada tempat buat salah bagi orang lain.

Sementara saya adalah orang yang penuh kesalahan.

Ada pameo yang menyatakan : “A donkey never stumble at the same stone twice”… Keledai dikatakan dungu namun keledai tidak pernah kesandung batu yang sama. Namun keledai jalannya ya terus kesandung-sandung. Nah kalau saya sering lebih dungu dari keledai… Sudah kesandung sering dan pernah kesandung batu yang sama pula.

Saya juga punya kebiasaan buruk, kalau berteman pilih-pilih. Bahkan mencari teman, hanya friend with benefit. Itu buruk sekali dan saya tahu hal itu buruk, namun saya sampai saat ini belum bisa membuangnya dan menjadi resolusi 2019. Untuk tidak pilih2. Bukan pilih2 kenalan, saya kenalan dengan siapapun, namun kalau orangnya ngak punya visi, atau ngak ada ambisi atau bukan pekerja keras dan sejenisnya maka perkenalan saya tidak didalemin atau kalau kenalan sudah lama namun masuk kategori tersebut maka saya akan malas menerima telfonnya atau membalas smsnya, walau hanya sebatas basa-basi. Tidak antusias. Tetapi kalau orang tersebut pintar, rajin, menyenangkan, pintar bawa diri, atau memiliki pengaruh atau memiliki jaringan yang luas dan kuat saya langsung merespond dengan positif. Asli, perilaku ini buruk namun bagaimana ya itu saya, saya yang lama, dan saya mau berubah..’

Misalnya, ada seseroang yang dari keluarga baik, pinter, namun dia adalah orang yang menurut saya tidak ada api dalam dirinya, tidak ada passion di bidang apapun. Atau orang tersebut doyannya ngomongin politik aja, atau ngomongin agama aja namun perilakunya rasanya ngak pas.saya langsung tidak ada minat meneruskan persahabatan ke level lebih dalam lagi. Bisa-bisanya saya tinggal orang seperti itu, dan saya tahu perilaku itu adalah minus saldonya. Buruk sekali.

Bagi saya tahun ini adalah tahun rekening positif bank emosi. Apapun bentuknya. Waktu saya dengan yayasan non profit akan saya naikkan porsinya. Dengan keluarga dengan siapapun pokoknya. Saya berkeinginan meluaskan lingkar pengaruh saya. Saya ingin kedepan hidup lebih simple dengan mudahnya berjalan meniti kehidupan.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu. Saat itu hari jumat. Saya dan sahabat saya sedang hendak melaksanakan sholat jumat. Kami ingin dilaksakan di masjid sunda kelapa menteng. Jam 11 kami berangkat dari kantor di bilangan senayan. Namun demo dihari itu sudah keterlaluan. Demo di Senayan dan HI berefek memacetkan jalanan satu Jakarta sehingga telatlah kami tiba di masjid sunda kelapa. Kami sampai sholat jumat sudah selesai.

Kami tetap ambil air wudlu untuk sholat dzuhur. Selagi berwudlu terdengar takbir melantun. Ada sholat jenazah rupanya. Kita semua tahu sholat jenazah berdiri sehingga bisa banyak dan padat. Saya melihat di masjid tersebut banyak sekali yang menyolatkan, sehingga salam selesai. Saya masih menunggu sahabat saya.. ehh takbir lagi. Ternyata sholat jenazah kedua. Untuk jenazah yang sama. Terlihat banyak orang tergopoh-gopoh masuk. Dan yang didalam buru-buru keluar mempersilahkan yang belum melaksanakan sholat bersegera. Lalu terlihat seluruh masjid sunda kelapa penuh orang baru, datang dari berbagai penjuru. Bahkan hingga keluar-keluar dan saya tahu mereka bukan yang melaksanakan sholat jumat di sini namun ditempat lain.

Saya dan sahabat saya melihat dari kejauhan. Masjid full. Saya bilang..tunggu deh dzuhurnya. Biarin yang sholat jenazah selesai dulu. Kami berdiri dibelakang dekat tempat wudlu. Kami melihat lagi hal yang luar biasa. Para pe sholat yang baru selesai buru-buru keluar. Karena berdatangan lagi banyak orang dari berbagai penjuru dan kurang dari 10 menit takbir kembali melantun. Shalat jenazah ke tiga untuk jenazah yang sama. Luar biasa banyak nya yang hadir hingga di shoalat ke tiga ini sampai full lagi itu mesjid. Ini mesjid sunda kelapa lho. Sizenya besar sekali dan sholat jenazah berdiri jadi yang namanya banyak ya benar banyak.

Kami berdua bengong begitu takbir keempat dilantunkan, bahkan sampai 5 kali !!!. Seseorang di sholatkan sampai 5 gelombang?!.. yang jadi pertanyaan kami berdua adalah, siapa ini orang ya ?? Saya tanya pada yang melakukan sholat tersebut beberapa orang tentang siapa orang ini. Mereka menjawab, oh dia ibu anu.. saya lupa namanya dan sejatinya dia bukan orang terkenal atau setidaknya orang yang saya kenal.

O, ibu dulu guru ngaji saya. o ibu dulu pernah nolong nyekolahin anak saya, o ibu dulu pernah bantu ayah saya, o ibu dulu pernah tinggal di pulau rote yang kenalin saya islam, o ibu dulu di soron Papua dengan saya, o ibu dulu pernah di entikong.. dan seterusnya dan seterusnya.

Dalam hati saya bilang.. ini manusia pasti luar biasa, yang menyolati jenazahnya ikhlas, merindukan sosoknya dan banyak kehilangan. Kami berdua tidak mengenalnya namun ribuan orang melepasnya dengan tangisan dalam. Sebuah purna bakti yang luar biasa.

Saya yakin walaupun sang ibu tidak dikenal dibumi ini. Tidak banyak dikenal luas namun ribuan yang menghadiri kubur dan sholat jenazahnya adalah bukti kesempurnaan hidup. Dia tidak masyur fil ard tidak terkenal di bumi namun pastinya masyur fil sama’ terkenal dilangit. Saya yakin karpet merah menyambutnya di langit di hadapan tepuk tangan meriah malaikat menyambutnya.

Setahu kita pastinya ada manusia sisi lain dimana sewaktu meninggal separuh bumi menangis, terkenal masyur fil ard namun di langit dia tidak dikenal. Sehingga para mailaikat bertanya selagi melihat dari langit. Itu siapa ya yang meninggal kok ditangisi separuh bumi namun di langit namanya ngak ada, ngak dikenal.

Kesempurnanan karya manusia sejati adalah dikenal di bumi dan dikenal dilangit. Sewaktu dibumi dilepas jutaan dan dilangit diterima karpet merah tepaukan haru dan kagum para penghuni langit. Ini adalah cita-cita, ini adalah impian yang bagi saya merupakan KEHARUSAN !!.

Melihat fenomena sang ibu di masjid sunda kelapa tersebut membuat saya termotivasi. Saya juga ingin kematian saya kelak bisa seperti ini, di sholati hingga bergelombang berkali-kali. Betapa saya ingin menjadi masyur fil sama’ seseorang yang dikenal dilangit… ternyata diawalinya dengan memberikan rekening positif ke semesta, ke semuanya. Saya mulai dari sekarang selamat datang tahun baru.

Tulisan pertama 2019, maklum Ontohod kalo liburan males ngetik. xixixixi …
#2019berdaulat_atas_dirisendiri

DISCOVERING YOU !

Siapa Diri Kita ??

Terkadang banyak orang di luar sana menghabiskan waktunya sia-sia karena dia tidak mengenal dirinya sendiri. Sehingga, waktu yang dia jalani hanya terbuang begitu saja. Ada sebuah teori “scarcity” atau kelangkaan yang menjadi dasar “fear” atau rasa takut umat manusia.

Berbicara umat manusia maka tidak terlepas dari pencipta yaitu Tuhan yang Maha ESA.  Terdapat sebuah hadist Man Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu yang artinya “Barangsiapa mengenal Dirinya, maka mengenal Tuhannya”. Mengingat adanya hadist tersebut maka menjadi penting rasanya untuk mengenal siapa diri kita sebenarnya.

Namun sebelum kita membahas mengenai cara untuk mengenal diri kita, penting untuk kita pahami dahulu apa yang menjadi penggerak diri kita. Karena kita tidak akan mengenal diri kita jika kita tidak memiliki penggerak keinginan untuk mengenal diri kita.

Kembali kepada teori “scarcity” tadi.

Scarcity yakni keterbatasan sumber atau kelangkaan, merupakan driven atau pengendali manusia sejak jaman batu. Karena kelangkaan akan makanan, manusia nomaden bergerak pindah mencari sumber pangan yang baru dan berlimpah.

Karena scarcity, manusia akhirnya menemukan api sebagai proses memasak karena keterbatasan makanan segar. Secara psikologis, seluruh umat manusia driven-nya atau dorongan hidupnya ada tiga hal, yaitu cinta, amarah, dan rasa takut.

Sehingga setiap orang memiliki penggeraknya masing-masing dari ketiganya. Dengan cinta, amarah, dan ketakutan. Karena amarahnya Soekarno, sang bapak bangsa, dia memerdekan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. Karena cintanya Mahatma Gandhi, dia memerdekakan India dari Inggris. Karena rasa takutnya Bill Gates, akhirnya tercipta produk yang saat ini digunakan di seluruh dunia yaitu platform Windows di komputer.

Dalam statistik survei psikoogi di dunia ini, 10% manusia digerakkan oleh rasa cinta. 30% orang digerakkan oleh amarah, dan 60% digerakkan oleh rasa takut. Jadi karena data inilah manusia sangat mudah terpengaruh apabila diberikan rasa takut. Karena ya itu tadi, 60% manusia digerakkan oleh rasa takut.

Setelah mengetahui penggerak diri kita, yang harus kita lakukan adalah menaklukkannya. Penggerak ini penting bagi diri kita untuk mengalami perubahan dalam kehidupan. Dengan mengetahui penggerak dalam diri kita, akan lebih mudah bagi kita untuk mengendalikannya. Yang penting untuk diingat, Anda-lah yang harus mengendalikannya. Jangan biarkan dorongan itu mengendalikan Anda.

#bersambung

(SERI KEDAULATAN DIRI)

SIAPA BILANG MAU KAYA HARUS BERBISNIS ?

Siapa bilang sukses itu mudah, kerja pintar, tanpa modal, tanpa kerja keras?

Garansi, yang berbicara kaya harus berbisnis, sukses itu mudah, tanpa kerja keras, tanpa modal, kerja pintar adalah seorang pembelajar yg baik, bukan pelaku yang menjalankan roda ekonomi. Yakinlah, yang membicarakan hal itu pasti seorang yang bertujuan baik. Namun bagi saya, niat baik tersebut bisa membuat manusia lain misleading salah arah menjadi hal yang harus di luaskan supaya lebih benar bukan hanya jargon.

Saya tahu sekali niatnya memotivasi semua orang, niatnya supaya membuat orang tidak patah semangat dengan kondisi saat ini. Paham sekali bahwa banyak pemutar roda ekonomi saat ini banyak datang dari kalangan yang memiliki sedikit pendidikan sekolah, memiliki sedikit modal bahkan tanpa modal sehingga membuat posisi sama, tanpa modal, tanpa usaha keras yaitu kerja pintar, adalah pendekatan mirroring saja. Agar satu rasa. Kemudian di samakan lagi kisah orang-orang sukses yang tak bermodal, tak berpendidikan tinggi di dunia. Tujuannya sama, supaya termotivasi supaya semangat. Dan ini tidak salah, ini benar. Saya setuju sekali.

Siapapun yang mengatakan hal tersebut sebaiknya menjelaskan lebih luas lagi. Yang disebut, misalnya, berbisnis property tanpa modal ..?! Sebaiknya menerangkan anda itu broker property atau pebisnis property?

Kalau broker memang modal duitnya sedikit, tanah orang, asset orang kok, kita hanya menjualkan, hanya memasarkan. Dapat fee adalah keuntungan jasa kita. Kalau pebisnis property, belum jualan, belum berbisnis, bayar izin-izin saja sudah keluar duit. Ada HO undang-undang gangguan, ada amdal dampak lingkungan, ada IMB dll. Lalu berbisnis property tanpa modal itu dimananya?

Sebaiknya anda tidak menulis hal yang membuat salah pengertian, atau misleading. Bilang saja bagaimana menjadi sales property yang baik. Bagaimana melipat gandakan sales property anda. Itu lebih jujur, itu menurut saya loh.

Ada juga yang menyatakan kerja pintar dan ini biasanya adalah pemain bisnis jaringan. Dan sekali lagi ini bukan hal yang salah. Benar kerja pintar, karena kerja anda hanya jualan produk tok. Anda tidak perlu memikirkan gudang, tidak memerlukan memikirkan distribusi, tidak perlu memikirkan tentang administrasi, tidak perlu memikirkan izin-izn, tidak perlu susah-susah menciptakan merek dagang dan lain sebagainya. Anda hanya perlu membangun sales team, berjualan dan memotivasi titik. Itu memang kerja pintar, anda hanya mengerjakan 30% dari sisi bisnis, namun jangan para leader tersebut mengatakan ber MLM itu berbisnis. Itu salesmanship strategi, dimana hal tersebut merupakan bagian dari bisnis, hal itu belum berbisnis penuh. Kalau anda pemilik bisnis jaringan tersebut, baru anda menyebut diri sebagai pebisnis.

Ada juga yang mengatakan Bill Gates tidak menyelesaikan sekolahnya. Atau Liem Swie Liong tak sekolah atau banyak pengusaha yang tidak bersekolah formal sehingga tidak penting berpendidikan untuk berbisnis.

Hal ini saya juga tidak menentangnya. Bisnis memang open source, memang pintu terbuka. Mau orang itu tak berpendidikan, tak beragama, tak bermoral, kejam, atau baik hati, atau usaha jenis apapun anda bisa sukses. Bisnis sukses tidak bisa di claim sebagai hanya tempat orang tak berpendidikan, itu tempat semua orang dengan berlatar ras apapun, agama apapun, berilmu apapun.

Bagi saya, maaf ini hanya pendapat pribadi.. benar adanya orang-orang tersebut tidak berpendidikan formal namun kalau anda berada didekat mereka akan terasa bahwa ilmu mereka tinggi sekali. Mereka sangat berilmu. Dalam menuntut ilmu memang tidak diperlukan sekolah formal. Selama anda bisa belajar, bisa berilmu maka sekolah formal hanya pelengkap. Seorang Ciputra sejak lahir sudah melihat timbangan terigu dan telor dimatanya tatkala orangtuanya berdagang. Dari bayi dia sudah mengenal tawar-menawar, berjualan, menentukan harga, melayani pelanggan walau skala warung dan ini sebuah keilmuan yang dipelajari melalui pengalaman jalan hidup. Siapa yang bisa lawan keilmuan dagang itu? Mau makan sekolah sampai S3 di Perguruan ternama juga nggak diajari hal itu. Terus sewaktu dia berbisnis di usia 20 tahunan sebenarnya dia sudah memiliki ilmu dagang sebagai platform pola dalam pikirannya.

Jadi, berbisnis adalah sebuah matrik yang rumit. Matrik yang seharusnya tidak dipikirkan, tetapi dijalankan. Berbisnis anda harus memiliki komitmen. Memiliki ide yang terlatih. Bahkan sahabat saya mengatakan se-kreatif apapun ide anda kalau tidak laku di jual maka anda tidak kreatif.

Kesimpulannya, anda harus di percaya. Kalau kepercayaan orang terhadap anda sangat tinggi. Apapun yang ada berikan, bahkan menurut orang lain ide anda jelek atau produk anda buruk namun orang percaya anda maka anda tetap di beli.

Lalu benarkah tak perlu kerja keras? Saya meneliti dalam akan hal ini dan saya percaya semua orang kaya atau orang sukses adalah pekerja keras. Namun mereka bukan saja pekerja keras namun orang yang tahu memanfaatkan waktu. Mereka bekerja keras iya, namun begitu mereka liburan, mereka benar-benar lepas. Menikmati, enjoy. Mereka pandai membagi waktu antara kerja, dirumah dan sosial. Kata-kata work hard play hard bukan sekedar jargon. Mereka melakukannya secara harfiah. Perilaku kerja yang pintar membagi waktu tadi itulah sesungguhnya yang disebut kerja pintar.

Kalau mereka di infokan hanya main golf, datang siang, sistem bekerja untuk mereka karena sudah ada para direktur yang mengerjakan. Itu adalah produk tahunan kerja keras mereka. Ibaratnya kita menanam mangga, setelah 4 tahun panen dan terus menghasilkan selama 25 tahun. Kalau dilihat di tahun ke 10 ya kita akan melihat seseorang yang santai. Namun kalau anda melihat 4 tahun pertamanya mungkin anda akan menilai lain, sebagai seorang penggila kerja.

Ada satu lagi, apakah untuk kaya atau sukses harus berbisnis. Nah hal ini saya sedikit berlawanan dengan banyak orang. Saya percaya untuk kaya atau sukses anda tidak perlu berbisnis. Dengan kalimat lain, untuk kaya ada ribuan cara dan gaya berbisnis hanya salah satunya saja.

Mau anda berlatar belakang office boy, pedagang kali lima, pensiunan olahragawan, TNI, guru, tukang las, ibu rumah tangga, pak ogah sekalipun, sukses atau kaya adalah masalah perilaku atau attitude. Kaya atau sukses adalah produk sampingan dari sebuah perilaku kaya.

Menabung contoh perilaku orang sukses, berinvestasi adalah perilaku orang sukses, dipercaya banyak orang adalah perilaku orang sukses, dan banyak lagi perilaku pribadi sukses dan ini bukan hak prerogative pebisnis. Anda menjadi good follower adalah perilaku pribadi sukses. Anda seorang good listener pendengar yang baik adalah pribadi sukses. Anda seorang pegawai harus memiliki perilaku ini untuk sukses. Anda seorang putus sekolah juga bisa sukses. Selama memiliki pribadi ini.

Anda tidak perlu membangun perusahaan blue chip repot-repot. Anda bisa mempelajari dengan seksama di board pasar saham. Lalu belilah dalam jangka panjang. Dan anda sudah merupakan shareholder perusahaan tersebut, walaupun minoritas. Namun tetap anda adalah pemilik sebagian saham perusahan tersebut. Misalnya anda tahu di masa sekarang bisnis retail akan naik melihat net income perkapita Indonesia sudah diatas 3500 USD. Jadi beli saham unilever, simpan 5 tahun garansi kenaikannya pasti.

Itu menabung, itu investasi. Bahkan istri para sahabat-sahabat saya dan kelompoknya memiliki kebiasaan aneh setidaknya menurut saya. tiap bulan arisan. Yah, namanya ibu-ibu namun ada yang aneh di kelompok ini. Setiap arisan isinya adalah perdebatan data dan informasi saham apa yang akan mereka beli di bulan ini. Lalu siapa pemengannya yang akan ambil uang itu di tahun depan.

Misalnya masing-masing setor Rp 1.000.000 tiap bulan. Ada 12 peserta. Jadi setiap bulan ada saham di beli senilai Rp 12.000.000 yang akan di cairkan 1 tahun setelah di invest. Misalnya dari hasil kocokan misalnya ibu A yang dapat bulan ini di belikan saham kelapa sawit astra argo lestari. Lalu bulan depan Rp 12.000.000 di invest ke saham trada marine cargo. Itu setelah ber12 berdebat dan berdiskusi. Kalau denger ceritanya seru juga sih, saya yang dulu-dulu merasa arisan hal socialite perilaku social semata menjadi melihat arisan dari sisi menarik sekarang. Semoga tulisan ini bisa menjadi tambahan wacana. #ngopipetang

TOL JOKOWI VS JALAN RAKYAT

 

Sewaktu perjalanan ke Kota Madiun untuk menghadiri acara Jambore Nasional, kami berangkat dari Bekasi dengan kondisi bimbang soal pemilihan jalur yang akan dilalui. Mengingat mayoritas rombongan touring menggunakan mobil yang sudah cukup berumur dan tidak sedang dalam kondisi fit.

Tapi namanya anak club modalnya cuman nekat dan bismillah, susah senang jalani bareng. Prinsip ini sebenarnya lumayan meningkatkan moral para driver ketika membawa mobil dengan jarak tempuh jauh.

Singkat cerita, setelah berdikusi panjang dengan rombongan touring kami berangkat menggunakan jalur selatan dan pulang menggunakan jalur utara. Terdapat sebuah pengalaman menarik ketika saya melewati kedua jalur tersebut.

Ada sebuah Pameo yg berkata,

Jika Kau Ingin KEKUASAAN Kuasai UTARA, Jika Kau Ingin KEHARMONISAN Kuasai Selatan ..

Kalimat tersebut pertama kali terdengar oleh saya ketika jaman kuliah dulu. Kondisi masih getol-getolnya suluk (baca: ngaji laku) pada waktu itu. Nampaknya kalimat ini diterapkan betul oleh Rezim Presiden Jokowi saat ini.

Kondisi jalur Utara Jawa (pantura) yang semula hancur lebur di sulap menjadi jalan tol yang mulus dan serasa privasi jika melewatinya alias sepi. Tarifnya pun bukan maen, cukup menguras kantong yang tak kunjung bertambah tebal.

Sedangkan kondisi jalur Selatan tidak sebaik kondisi jalur Utara. Akibatnya setiap orang yang hendak melewati jalur ini mau tidak mau harus ekstra waspada. Sehingga banyak masyarakat yang memilih touring alias beramai-ramai untuk melewati jalur selatan (termasuk saya).

Secara perhitungan ekonomi sederhana, jalur tol trans jawa ini lama balik modal. Jika hari raya lebaran di gratiskan, jika tidak hari raya sepi kendaraan yg lewat. Artinya ini adalah kontrak kekuasaan yang harus dibayarkan oleh Republik Indonesia kepada Cina selaku pemberi pinjaman dana pembangunan tol trans jawa. Selama dana belum lunas, ANAK CUCU diperas. No Money no Honey, No Fulus Lu Mampus..

Saya sih sebagai Ontohod Rider’s tidak terlalu pusing (baca: bodo amat) sama gituan. Dinikmatin saja yang penting jarum speedometer mentok, toh juga polisinya horak ono, dan lagipula saya lewat tol sama dengan bantu bayar utang negara..

Jadi bagaimana ini bapak Presiden, Mau solusinya? Wani piro? Namanya juga Ontohod. Hehehe #peace

EKONOMI SEBAGAI INSTRUMEN PERANG DUNIA III

Apa yang terjadi di fundamental ekonomi Indonesia saat ini dengan rupiah 15.000, minyak mentah USD 80 per barrel, Amerika terus menaikan suku bunga dollar dan terjadi perang dagang serta perang tarif di berbagai wilayah yang dilakukan oleh Amerika?

Akan kah Indonesia aman atau terjadi “tight money”? akankah perang tarif dan perang dagang malah membuat Amerika bermasalah? Atau malah membuat China negara kuat?

Dalam 2 buku geopolitik berjudul Thucidides dan War by Other Means kita akan kupas naifnya bangsa Indonesia melihat permainan tingkat tinggi beberapa negara adikuasa itu. Terlalu “casual” terlalu ngegampangin kesannya.

Dalam buku War by other mean, instrumen perang yang dipakai saat ini adalah ekonomi. Bukan lagi combatan ala perang dunia kedua atau perang inteligen jaman Cold War ala James Bond.

Kali ini instrumen perangnya adalah ekonomi. Hingga rincian terdalam perang by other mean ini terinci dalam perang dagang, perang cyber, perang legal (legal warfare). Semua disusun dan terbangun rapih semisal perang sipadan ligitan yang diambil Malaysia dengan cara legal warfare.

Timor Timur diambil dengan economic warfare. Rupiah di serang dari 3000 ke 15.000 selain Timor lepas, lalu sebuah rezim 32 tahun juga rata tanah, harga aset BUMN dan swasta bertumbangan jadi tinggal 20% nilainya di beli murah kapitalis di panen raya oleh JP Morgan, Goldman sach salah satunya tool yang mereka pakai saat ini dipakai juga di kedua posisi calon presiden 2019.

Di sisi pak Jokowi ada pak Rosan di sisi pak Prabowo ada pak sandi sebagai pemain yang menfaatkan peristiwa tahun 1998. Panen akbar mereka, harga aset tinggal 20% banyak di sapu oleh mereka. Kemudian di jual di harga normal kurang dari 5 tahun kemudian. Triliunan aset mereka bertumbuh hanya dalam waktu kurang dari 5 tahun

Mereka berdua adalah sedikit dari orang yang mendapatkan manfaat dari serangan economic warfare yang dimanfaatkan sebagai peluang memperoleh kemakmuran dari sebuah kebodohan rezim.

Bisa kah ini kejadian kembali? Banyak yang merindukan peluang itu. Saat ini lain karena swasta tidak terlalu bermain. Hanya BUMN. Inilah masa harga BUMN menjadi genting. Percaya kan kalau ada tsunami kecil ketika economic hitman menyerang lagi maka hanya BUMN yang Collaps? Siapa mau ambil peluang?

Kembali ke war by other mean. Perang cyber jagonya Rusia. Rusia jago sekali perang hybrid yang menggunakan tool salah satunya cyber. Demi memecah Eropa, brexit Inggris di provokasi melalui cyber dan mempengaruhi jajak pendapat penduduk Inggris. Sehingga Inggris keluar dari Uni Eropa.

Cyber Rusia memenangkan Trump dimana Rusia anti sekali dengan Hillary Clinton yang kalau jadi presiden bisa “menyikat” Rusia, lebih baik Trump yang jadi presiden. Trump di sebut “known devil” iblis yang mereka kenal ketimbang Hillary yang dikenal dengan istilah “the unknown devil” iblis tak di kenal.

Rusia pakai data FBI di crack email Hillary di sebar hanya 12 jam sebelum pemilihan presiden.

Dalam Thucydides di jelaskan mengenai perang menggunakan foreign policy dan defence policy. Dengan kebijakan luar negeri juga kebijakan pertahanan. Ini di Indonesia nol besar memahami dan menyelesaikan masalah beginian.

Nation Interest negara besar itu tidak terbaca. Tidak memahami dalamnya setiap niat mereka. Tidak mengerti membaca langkah catur negara besar tersebut. Seperti pemerintah China yang mendukung ekonomi Indonesia namun juga tetap menyuplai narkoba di banjiri ke Indonesia dari China.

Amerika mendukung Indonesia menjadi tuan rumah IMF tetapi belum tentu memberi dana hutangan buat menutup APBN.

Kebijakan Indonesia melawan thanos namun bergantung 70% produk eksport Indonesia ke negara Thanos. Mendukung dan bermain sama negara penyedia import Indonesia.

Pengalaman pebisnis biasanya adalah “memanjakan “ divisi sales dan marketing di dalam perusahaan dan memanjakan klien atau customer yang membeli produk kita. Dan berusaha mengurangi supplier di luar (impor).

Ini terbalik, deket deket dengan supplier, main-main dengan supplier, customer malah di tekan dan tidak di perhatikan.

Pengalaman saya sih sebentar lagi perusahaan seperti begini ya “collaps”. Customer pelanggan ya pindah. Coba aja kalau ngak percaya. #ngopipagi