بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam Haditsnya Nabi mengatakan :
اول الدين معرفة الله
Bahwa landasan beragama adalah mengenal Allah.
“معرفةالمعبودقبل العبادة”
Mengenal yang akan di ibadahi sebelum beribadah.
Dalam bahasa Tauhid, Allah SWT disebut dengan Ismu Dzat karena ada kaitannya dengan Sifat, Asma dan Af’al Allah. Kita wajib mengenal Allah karena Allah telah lebih dahulu mengenalkan namanya kepada kita, hal ini dijelaskan dalam QS. Thaha ayat 14 :
انني انا الله لا اله الا انا فاعبدني واقم الصلوة لذكري
Sesungguhnya Aku, Aku adalah Allah. Tidak ada Tuhan yang wajib di ibadahi melainkan Aku. Maka setelah kamu mengenalku beribadahlah kepadaku, yaitu dengan mendirikan dan menegakan Shalat, agar dengan Shalat kamu ingat kepadaku dan hidup sadar menurut ajaranku.
Di dalam ayat tersebut tergambar jelas untuk kita, bahwa sebelum Allah memerintahkan kita untuk beribadah yang terangkum dalam perintah Shalat, Allah memperkenalkan namanya terlebih dahulu. Hal ini agar kita paham kepada siapa kita beribadah dan siapa yang memerintahkan kita untuk beribadah.
Dalam Surat Muhamad ayat 19 Allah SWT menyatakan :
فاعلم انه لا اله إلا الله
Maka disebabkan kamu belum paham, belum tahu dan belum mengerti maka pahami, ketahuilah oleh kamu bahwa sesungguhnya “Tidak ada Tuhan yang wajib kita ibadahi melainkan Allah”.
Dengan demikian kita dapat memahami bahwa melalui Ayat tsb Allah SWT menyuruh kita agar kita benar benar paham tentang kalimat
لا اله إلا الله
yaitu sebagai media kita mengenal atau ma’rifat kepada Allah SWT.
Lantas bagaimana penjelasan lafadz tauhid sebagai media tersebut? Begini penjelasannya, Dalam kalimat
لا اله الا الله
Jumlah hurufnya ada 12 huruf. Jika dijadikan bilangan kecil, yaitu bilangan dari 0 s/d 9, maka angka 12 tadi menjadi 1+2=3.
Kemudian kadar bilangan yang terkandung dalam kalimat tauhid tersebut adalah 165. Jika dijadikan bilangan kecil maka 1+6+5=12, lalu 1+2=3.
Bilangan 3 dalam Shalat menjadi Rukun Takbiratul Ihram. Yaitu Rukun Qauly, Rukun Qalby dan Rukun Fi’ly. Tiga Rukun Takbiratul Ihram ini berkaitan dengan hidup kita, karena hidup itu adalah Qauly yaitu berbicara, Qalby yaitu berkeyakinan dan Fi’ly yaitu berbuat.
Bilangan 3 yang terkandung dalam kalimat Tauhid, adalah bilangan yang menjelaskan tentang Tiga Jabatan Allah SWT seperti yang tercatat dalam Surat Al Fatihah yaitu :
-
رب العلمين
-
مالك يوم الدين
-
اياك نعبد
Dan Tiga ayat dalam Surat An Naas yaitu :
-
رب الناس.
-
مالك الناس
-
اله الناس
Lafadz الله ada 4 huruf yaitu Alif, Lam, Lam dan Ha dan bilangan yang terkandung didalam Lafadz الله yaitu 66. Hal ini terkait dengan Rahasia Surat ke 66 yaitu Surat At-Tahrim dan ayatnya ada 12 ayat. (Hal ini akan dibahas terpisah).
Dengan penjelasan satu Hadits dan dua Ayat tsb, dapat kita pahami bahwa kita diwajibkan mengenal Allah yang memiliki Tiga jabatan yaitu :
- Allah sebagai Rabbun yaitu Pengatur karena Allah mempunyai Aturan untuk mengatur Alam Semesta yang disebut Rabbul Alamin dan untuk mengatur Manusia yang disebut Rabbi Naas.
- Allah sebagai Penguasa karena Allah mempunyai kekuasaan yaitu Maliki Yaumi Din dan Maliki Naasi.
- Allah sebagai Ma’bud yang disembah atau yang di ibadahi karena Allah mempunyai Abid yang menyatakan “Iyaka Na’budu” dan Ilahi Naas.
Dan untuk membuktikan bahwa Allah sebagai Rabun yaitu Pengatur, Malikun yaitu Penguasa dan Ilahun yaitu yang Disembah, maka Allah memiliki Sifat yang Layak dan wajib ada padanya.
(Bersambung).