HAL YANG TIDAK DI AJARKAN DI SEKOLAH BISNIS

BISNIS DAN RESIKO (HAL YANG TIDAK DI AJARKAN DI SEKOLAH BISNIS)

Membandingkan Indonesia yang populasinya 260 juta an ada baiknya sesekali kita berani membandingkan dengan negara Amerika yang penduduknya 330 juta atau dengan Eropa Barat yang kalau di total jumlah populasinya adalah 370 jutaan.

Dari sisi GDP (Gross Domestic Bruto) Amerika 19,3 triliun dolar, Eropa Barat 16,7 triliun dollar, Indonesia 1 triliun dolar.

Sengaja saya tidak membandingkan dengan China yang 1,38 milyar populasi dan India yang 1,2 milyar populasi. Juga tidak membandingkan dengan GDP China yang 13,2 triliun dolar juga dengan GDP India 2,7 Triliun dolar.

Apa yang mau kita bandingkan?

Ada 600 an perusahaan besar di Indonesia yang asset nya lebih dari 1,4 triliun ( 100 juta dolar), di Eropa ada 27.000 perusahaan yang asetnya di atas 100 juta dollar dan di Amerika ada 39.000 an perusahaan yang assetnya di atas 100 juta dolar

Perusahaan di dunia yang memiliki penjualan tahunan di atas 1 bilion dolar mencapai 3.500 perusahaan dan 60% nya di Amerika. Di Amerika sendiri sekitar 2.300 perusahaan nilainya diatas 1 bilion. Dan ada 3 yang tembus atau sekitar 1000 bilion diantaranya apple, amazon dan google.

Kita bicarakan Indonesia sekarang, kalau membagi jenis usaha ada 2, perusahaan besar dan UMKM. Saya tidak tahu pasti kategori besar kecil usaha di Indonesia tetapi bagaimana kalau kita sederhanakan ?

Yang dikatakan besar adalah yang punya aset atau penjualan tahunan di atas 1 triliun. Bagaimana? Jadi ada 600 an perusahaan masuk ketegori besar di Indonesia.

Atau kegedean ya nilainya, kita kecilkan? bagaimana kalau perusahaan assetnya 100 milyar atau penjualan tahunan 100 milyar di katakan “perusahaan besar”? Kalau kategori besar versi 100 milyar atau sekitar 7,2 juta dolar.

Hhhmmm saya kok nggak nyaman ya angka 7,2 juta dolar di bilang besar.

Ya sudah lah kita buat kesepakatan, kategori perusahaan 100 milyaran di indonesia ada 6.500 an datanya. Itu saja masuk perusahan besar bagaimana?

Lalu yang UMKM, usaha mikro, kecil, menengah kita masukan dari 0-100 milyar begitu ya?

Bagaimana kalau anual penjualan antara 1 milyar – 100 milyar masuk kelas menengah? Kecil adalah 100 juta- 1 milyar, lalu di bawah 100 juta pertahun adalah kelas mikro?

Setuju ya, versi kita biar enak kita membaginya. Ngak usah pakai aturan indonesia apa lagi dunia, kita jadi keciiiiiil banget. Ngak ada perusahaan besarnya kalau pakai standar dunia.

Pertanyaan sekarang, ada berapa perusahaan kelas menengah di indonesia? Kelas yang 1-100 milyar aset atau penjualannya?

Ini saya kurang tahu, di katakan bisnis UMKM itu katanya 50 juta. Tetapi aslinya berapa usaha yang kecil, berapa yang mikro, berapa yang menengah saya tidak tahu.

Mengapa tulisan ini di awal minggu kita bahas tulisan bisnis?

Karena kita NKRI kalau mau maju maka fokus kita adalah dimana? Membawa yang 600 perusahaan tadi menjadi bilion dolar penjualan/asetnya?

Atau membawa yang 6.500 an perusahaan 100 milyaran menjadi naik ke 1 triliunan? Atau membawa kelas menengah menjadi kelas besar? Mana PLATFORM untuk rencana besar ini?

Jadi kalau di simpulkan, piramida bisnis di Eropa dan Amerika tidak tajam dan rendah antara perusahan besar dan UMKM.

Apa itu tajam dan rendah?

Di Indonesia, yang besar hanya 0.003% yang menengah sekitar 3-5%, yang kecil 20%, sisanya mikro. Tajam karena bentuknya runcing tapi rendah karena 0.003% tadi hanya separo tinggi bisnis di eropa dan amerika.

Di amerika dan eropa, kelas menengahnya besar. Secara data 2018 secara rata-rata kelas besarnya 2%, kelas menengahnya 35%, kecil 35% dan mikro sisanya. Hampir seperti pencil bentuk piramidanya.

Mereka punya kelas super besar yang asset dan penjualannya pertahun 100 bilion, 1000 bilion bahkan.

Kalau di bandingkan APBN Indonesia sekitar 2000 triliun atau sekitar 150 bilion dolar di eropa ada 100 an perusahan bernilai tersebut, sedangkan di Amerika ada lebih 500 an yang nilainya di atas APBN Indonesia. Misalnya google itu market capnya 8 kali APBN Indonesia. Di pimpin CEO doang, ngak harus pakai jurus blusukan dalam got segala buat jadi CEO nya. Ngak harus rebutan masjid dan kampus buat jadi CEO amazon.

Kesimpulan, untuk mencapai usaha di Indonesia menjadi beberapa kali lipat dari APBN maka negara harus hadir. Jangan sampai seperti dikatakan ekonom nobel laurette yang mengatakan bisnis itu ada banyak risk.

Ada marketing risk, ada construction risk, ada finance risk, ada Human resource risk, ada country risk dan ada seperti di indonesia, resiko terbesar datang dari pemerintahnya, dari regulatornya alias GOVERMENT RISK. Lah yang dipikiri 80% adalah politik. #ngopipagi 

Leave a comment