RESOLUSI TAHUN 2019

Moment tahun baru, saya jadi ingat ketika tahun baru 2017. Waktu itu, saya pernah membuat resolusi. Ini merupakan resolusi pribadi di tahun baru kala itu. Yaitu meningkatkan Saldo Rekening Bank Emosi. Benar Bank Emosi. Anda semua tahu, bank setiap manusia memiliki rekening saldo emosi. Maka bagi saya hal ini sangat penting untuk meningkatkan maqom atau derajat kemanusiaan saya kepada orang lain.

Saya ini lemah sekali dalam hal rekening bank emosi.

Sederhananya begini, semisal setiap hari anda mengatakan kepada anak anda atau bawahan anda. “Selamat pagi, apa kabar, kamu bagus sekali deh pakai baju putih, nah gitu dong rapih penampilannya nak,”. Kata-kata pujian yang tulus kepada siapa saja terlepas dari ada nya nilai atau hubungan tertentu perkataan tersebut merupakan setoran positif ke bank emosi saldo anda di rekening emosi orang lain.

Inilah resep sederhana jika anda atau saya ingin membesarkan lingkar pengaruh. Lingkar pengaruh adalah hal yang sangat penting karena dasar dari meningkatkan likeabilitas atau kesukaan orang lain terhadap anda.

Jika likeabilitas tinggi dan konstan maka akan meningkat menjadi trust atau kepercayaan. Seseorang yang mendapatkan kepercayaan yang tinggi akan mempermudah banyak hal dalam jalan hidupnya. Jika kepercayaan di dapat maka masalah banyak terselesaikan, peluang menjadi terbukti, jalan menuju sukses semakin gampang.

Kepercayaan yang tinggi dari calon mertua misalnya, memudahkan seseorang menuju ke tampuk yang lebih tinggi yaitu pelaminan. Namun kalau kenal saja belum, suka juga belum boro-boro dapet kepercayaan. Atasan anda menyukai anda, atasan anda percaya anda. Selesai sudah urusan terbesar dalam karir anda. Kedepan semua mudah. Atau jika bank kenal anda, suka anda, percaya anda, maka bisnis anda menjadi lancar.

Dasar dari hal ini semua adalah rekening emosi tadi.

Inilah yang menjadi pikiran saya saat ini. Rekening bank emosi saldonya saya akan buat positif ke semua orang. Ke ibu saya, ke mertua saya, ke rekan kerja, ke pasangan hidup saya, ke anak-anak saya, dan kesiapapun. Saya ini buruk sekali perilakunya untuk hal ini. Saya di kenal sebagai an asshole di dalam organisasi di perusahaan walaupun hingga saat ini belum ada yang marah, ngajak berantem atau berhenti bekerja.

Dalam 2 tahun kemarin, dalam resolusi 2017 dan 2018 saya sudah mencanangkan menanam rekening plus disetiap suboradinate saya. Saya mulai ramah, menyapa tersenyum sebanyak mungkin. Saya mulai perduli pada penampilan mereka, mulai perduli pada kehidupan mereka, mulai mendengarkan banyak cerita-cerita mereka. Saya belajar menjadi pendengar yang baik. Keputusan manajemen sudah mulai berdasar informasi dan masukan mereka. Dan tetap saja terkadang saya melakukan penarikan besar dengan menekan mereka apa lagi pada kesalahan, saya masih sulit mentolerir. Di kepala saya seakan” no room for error” Tidak ada tempat buat salah bagi orang lain.

Sementara saya adalah orang yang penuh kesalahan.

Ada pameo yang menyatakan : “A donkey never stumble at the same stone twice”… Keledai dikatakan dungu namun keledai tidak pernah kesandung batu yang sama. Namun keledai jalannya ya terus kesandung-sandung. Nah kalau saya sering lebih dungu dari keledai… Sudah kesandung sering dan pernah kesandung batu yang sama pula.

Saya juga punya kebiasaan buruk, kalau berteman pilih-pilih. Bahkan mencari teman, hanya friend with benefit. Itu buruk sekali dan saya tahu hal itu buruk, namun saya sampai saat ini belum bisa membuangnya dan menjadi resolusi 2019. Untuk tidak pilih2. Bukan pilih2 kenalan, saya kenalan dengan siapapun, namun kalau orangnya ngak punya visi, atau ngak ada ambisi atau bukan pekerja keras dan sejenisnya maka perkenalan saya tidak didalemin atau kalau kenalan sudah lama namun masuk kategori tersebut maka saya akan malas menerima telfonnya atau membalas smsnya, walau hanya sebatas basa-basi. Tidak antusias. Tetapi kalau orang tersebut pintar, rajin, menyenangkan, pintar bawa diri, atau memiliki pengaruh atau memiliki jaringan yang luas dan kuat saya langsung merespond dengan positif. Asli, perilaku ini buruk namun bagaimana ya itu saya, saya yang lama, dan saya mau berubah..’

Misalnya, ada seseroang yang dari keluarga baik, pinter, namun dia adalah orang yang menurut saya tidak ada api dalam dirinya, tidak ada passion di bidang apapun. Atau orang tersebut doyannya ngomongin politik aja, atau ngomongin agama aja namun perilakunya rasanya ngak pas.saya langsung tidak ada minat meneruskan persahabatan ke level lebih dalam lagi. Bisa-bisanya saya tinggal orang seperti itu, dan saya tahu perilaku itu adalah minus saldonya. Buruk sekali.

Bagi saya tahun ini adalah tahun rekening positif bank emosi. Apapun bentuknya. Waktu saya dengan yayasan non profit akan saya naikkan porsinya. Dengan keluarga dengan siapapun pokoknya. Saya berkeinginan meluaskan lingkar pengaruh saya. Saya ingin kedepan hidup lebih simple dengan mudahnya berjalan meniti kehidupan.

Saya teringat beberapa tahun yang lalu. Saat itu hari jumat. Saya dan sahabat saya sedang hendak melaksanakan sholat jumat. Kami ingin dilaksakan di masjid sunda kelapa menteng. Jam 11 kami berangkat dari kantor di bilangan senayan. Namun demo dihari itu sudah keterlaluan. Demo di Senayan dan HI berefek memacetkan jalanan satu Jakarta sehingga telatlah kami tiba di masjid sunda kelapa. Kami sampai sholat jumat sudah selesai.

Kami tetap ambil air wudlu untuk sholat dzuhur. Selagi berwudlu terdengar takbir melantun. Ada sholat jenazah rupanya. Kita semua tahu sholat jenazah berdiri sehingga bisa banyak dan padat. Saya melihat di masjid tersebut banyak sekali yang menyolatkan, sehingga salam selesai. Saya masih menunggu sahabat saya.. ehh takbir lagi. Ternyata sholat jenazah kedua. Untuk jenazah yang sama. Terlihat banyak orang tergopoh-gopoh masuk. Dan yang didalam buru-buru keluar mempersilahkan yang belum melaksanakan sholat bersegera. Lalu terlihat seluruh masjid sunda kelapa penuh orang baru, datang dari berbagai penjuru. Bahkan hingga keluar-keluar dan saya tahu mereka bukan yang melaksanakan sholat jumat di sini namun ditempat lain.

Saya dan sahabat saya melihat dari kejauhan. Masjid full. Saya bilang..tunggu deh dzuhurnya. Biarin yang sholat jenazah selesai dulu. Kami berdiri dibelakang dekat tempat wudlu. Kami melihat lagi hal yang luar biasa. Para pe sholat yang baru selesai buru-buru keluar. Karena berdatangan lagi banyak orang dari berbagai penjuru dan kurang dari 10 menit takbir kembali melantun. Shalat jenazah ke tiga untuk jenazah yang sama. Luar biasa banyak nya yang hadir hingga di shoalat ke tiga ini sampai full lagi itu mesjid. Ini mesjid sunda kelapa lho. Sizenya besar sekali dan sholat jenazah berdiri jadi yang namanya banyak ya benar banyak.

Kami berdua bengong begitu takbir keempat dilantunkan, bahkan sampai 5 kali !!!. Seseorang di sholatkan sampai 5 gelombang?!.. yang jadi pertanyaan kami berdua adalah, siapa ini orang ya ?? Saya tanya pada yang melakukan sholat tersebut beberapa orang tentang siapa orang ini. Mereka menjawab, oh dia ibu anu.. saya lupa namanya dan sejatinya dia bukan orang terkenal atau setidaknya orang yang saya kenal.

O, ibu dulu guru ngaji saya. o ibu dulu pernah nolong nyekolahin anak saya, o ibu dulu pernah bantu ayah saya, o ibu dulu pernah tinggal di pulau rote yang kenalin saya islam, o ibu dulu di soron Papua dengan saya, o ibu dulu pernah di entikong.. dan seterusnya dan seterusnya.

Dalam hati saya bilang.. ini manusia pasti luar biasa, yang menyolati jenazahnya ikhlas, merindukan sosoknya dan banyak kehilangan. Kami berdua tidak mengenalnya namun ribuan orang melepasnya dengan tangisan dalam. Sebuah purna bakti yang luar biasa.

Saya yakin walaupun sang ibu tidak dikenal dibumi ini. Tidak banyak dikenal luas namun ribuan yang menghadiri kubur dan sholat jenazahnya adalah bukti kesempurnaan hidup. Dia tidak masyur fil ard tidak terkenal di bumi namun pastinya masyur fil sama’ terkenal dilangit. Saya yakin karpet merah menyambutnya di langit di hadapan tepuk tangan meriah malaikat menyambutnya.

Setahu kita pastinya ada manusia sisi lain dimana sewaktu meninggal separuh bumi menangis, terkenal masyur fil ard namun di langit dia tidak dikenal. Sehingga para mailaikat bertanya selagi melihat dari langit. Itu siapa ya yang meninggal kok ditangisi separuh bumi namun di langit namanya ngak ada, ngak dikenal.

Kesempurnanan karya manusia sejati adalah dikenal di bumi dan dikenal dilangit. Sewaktu dibumi dilepas jutaan dan dilangit diterima karpet merah tepaukan haru dan kagum para penghuni langit. Ini adalah cita-cita, ini adalah impian yang bagi saya merupakan KEHARUSAN !!.

Melihat fenomena sang ibu di masjid sunda kelapa tersebut membuat saya termotivasi. Saya juga ingin kematian saya kelak bisa seperti ini, di sholati hingga bergelombang berkali-kali. Betapa saya ingin menjadi masyur fil sama’ seseorang yang dikenal dilangit… ternyata diawalinya dengan memberikan rekening positif ke semesta, ke semuanya. Saya mulai dari sekarang selamat datang tahun baru.

Tulisan pertama 2019, maklum Ontohod kalo liburan males ngetik. xixixixi …
#2019berdaulat_atas_dirisendiri

Leave a comment