Siapa Diri Kita ??
Terkadang banyak orang di luar sana menghabiskan waktunya sia-sia karena dia tidak mengenal dirinya sendiri. Sehingga, waktu yang dia jalani hanya terbuang begitu saja. Ada sebuah teori “scarcity” atau kelangkaan yang menjadi dasar “fear” atau rasa takut umat manusia.
Berbicara umat manusia maka tidak terlepas dari pencipta yaitu Tuhan yang Maha ESA. Terdapat sebuah hadist Man Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu yang artinya “Barangsiapa mengenal Dirinya, maka mengenal Tuhannya”. Mengingat adanya hadist tersebut maka menjadi penting rasanya untuk mengenal siapa diri kita sebenarnya.
Namun sebelum kita membahas mengenai cara untuk mengenal diri kita, penting untuk kita pahami dahulu apa yang menjadi penggerak diri kita. Karena kita tidak akan mengenal diri kita jika kita tidak memiliki penggerak keinginan untuk mengenal diri kita.
Kembali kepada teori “scarcity” tadi.
Scarcity yakni keterbatasan sumber atau kelangkaan, merupakan driven atau pengendali manusia sejak jaman batu. Karena kelangkaan akan makanan, manusia nomaden bergerak pindah mencari sumber pangan yang baru dan berlimpah.
Karena scarcity, manusia akhirnya menemukan api sebagai proses memasak karena keterbatasan makanan segar. Secara psikologis, seluruh umat manusia driven-nya atau dorongan hidupnya ada tiga hal, yaitu cinta, amarah, dan rasa takut.
Sehingga setiap orang memiliki penggeraknya masing-masing dari ketiganya. Dengan cinta, amarah, dan ketakutan. Karena amarahnya Soekarno, sang bapak bangsa, dia memerdekan bangsa Indonesia dari belenggu penjajah. Karena cintanya Mahatma Gandhi, dia memerdekakan India dari Inggris. Karena rasa takutnya Bill Gates, akhirnya tercipta produk yang saat ini digunakan di seluruh dunia yaitu platform Windows di komputer.
Dalam statistik survei psikoogi di dunia ini, 10% manusia digerakkan oleh rasa cinta. 30% orang digerakkan oleh amarah, dan 60% digerakkan oleh rasa takut. Jadi karena data inilah manusia sangat mudah terpengaruh apabila diberikan rasa takut. Karena ya itu tadi, 60% manusia digerakkan oleh rasa takut.
Setelah mengetahui penggerak diri kita, yang harus kita lakukan adalah menaklukkannya. Penggerak ini penting bagi diri kita untuk mengalami perubahan dalam kehidupan. Dengan mengetahui penggerak dalam diri kita, akan lebih mudah bagi kita untuk mengendalikannya. Yang penting untuk diingat, Anda-lah yang harus mengendalikannya. Jangan biarkan dorongan itu mengendalikan Anda.
#bersambung
(SERI KEDAULATAN DIRI)